BeritaDPRD Palangkaraya

Kemarau Memuncak, DPRD Palangka Raya Ingatkan Warga Waspadai Karhutla

17
×

Kemarau Memuncak, DPRD Palangka Raya Ingatkan Warga Waspadai Karhutla

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Memasuki periode puncak musim kemarau, masyarakat Kota Palangka Raya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Cuaca panas yang disertai minimnya curah hujan membuat kondisi lahan menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Risiko tersebut semakin besar pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lahan kering. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Saat kondisi kemarau seperti sekarang, api sangat mudah menjalar,” ujar Hap Baperdu, Selasa (11/8/2026).

Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam kebakaran. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mengantisipasi munculnya titik api, terutama di kawasan yang rawan terjadi kebakaran. Hap juga meminta warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai sumber api. Hal-hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan, menurutnya, juga perlu dihindari karena dapat menjadi pemicu kebakaran.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, titik api, maupun indikasi awal terjadinya kebakaran. Pelaporan secara cepat dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas. “Kalau melihat ada kebakaran atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepat mungkin. Jangan sampai api membesar dan meluas,” katanya.

Menurut Hap, kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian karhutla. Api yang masih kecil akan lebih mudah dipadamkan dibandingkan kebakaran yang telah meluas, terlebih apabila terjadi di kawasan lahan gambut. Karhutla tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan asap yang menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, Hap mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau. Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama agar potensi karhutla di wilayah Palangka Raya dapat ditekan.(nis)