BeritaDPRD Palangkaraya

Anggota DPRD Sri Ani Ajak Masyarakat Sukseskan BIAS 2026 untuk Lindungi Kesehatan Anak

24
×

Anggota DPRD Sri Ani Ajak Masyarakat Sukseskan BIAS 2026 untuk Lindungi Kesehatan Anak

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya kembali melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat perlindungan kesehatan bagi anak usia sekolah. Mengusung tema “Imunisasi Lengkap, Anak Sehat, Indonesia Kuat”, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus mencegah berbagai penyakit menular yang dapat menyerang anak.

Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menyambut baik pelaksanaan BIAS 2026. Ia mengajak orang tua, sekolah, dan masyarakat memberikan dukungan agar program imunisasi dapat berjalan secara maksimal. Menurut Sri Ani, imunisasi merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Pemberian vaksin juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit yang dapat berdampak terhadap tumbuh kembang anak. “Melalui vaksinasi, sejumlah penyakit menular dapat dicegah. Upaya ini juga menjadi jaminan untuk mewujudkan generasi penerus yang sehat di masa depan,” ujar Sri Ani, Rabu (5/8/2026).

BIAS tahun ini menyasar peserta didik pada sejumlah jenjang pendidikan. Penerima imunisasi meliputi siswa kelas 1, 2, 5, dan 6 SD/MI, serta siswa kelas 9 SMP/MTs dan sederajat. Pelaksanaan program tidak hanya menyasar sekolah formal, tetapi juga mencakup madrasah, Sekolah Luar Biasa (SLB), serta anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan formal. Untuk kelompok tersebut, pelayanan imunisasi dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas.

Dinkes Palangka Raya menjadwalkan pemberian imunisasi dalam dua tahapan. Pada Agustus 2026, imunisasi Measles Rubella (MR) diberikan kepada siswa kelas 1 SD/MI. Pada periode yang sama, vaksin Human Papillomavirus (HPV) dosis pertama diberikan kepada siswi kelas 5 dan 6 SD/MI serta kelas 9 SMP/MTs atau sederajat. Selanjutnya, tahap kedua dijadwalkan pada November 2026 dengan sasaran siswa kelas 2 dan kelas 5 SD/MI untuk mendapatkan imunisasi Difteri Tetanus (DT).

Sri Ani menilai keberadaan program BIAS memberikan manfaat besar dalam membangun perlindungan kesehatan anak. Menurutnya, vaksinasi dapat membantu mencegah sejumlah penyakit seperti campak, rubella, difteri, dan tetanus. Pemberian vaksin HPV juga menjadi bagian dari upaya pencegahan kanker serviks pada masa mendatang.

Karena itu, ia meminta orang tua tidak ragu membawa dan mengizinkan anak mengikuti program imunisasi yang diselenggarakan pemerintah melalui sekolah maupun fasilitas kesehatan. Ia menambahkan, vaksin yang digunakan dalam program tersebut telah melalui ketentuan dan standar yang berlaku. Keamanan serta aspek kehalalan vaksin juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan imunisasi. “Vaksin yang diberikan kepada anak-anak sudah dipastikan aman, halal, dan memberikan dampak positif terhadap proses tumbuh kembang mereka,” pungkasnya.(nis)