BeritaDPRD Palangkaraya

Kualitas Udara Menurun, Ketua DPRD Subandi Ingatkan Sekolah Batasi Aktivitas Luar Ruangan

20
×

Kualitas Udara Menurun, Ketua DPRD Subandi Ingatkan Sekolah Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mendukung langkah Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dalam melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Subandi, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena kesehatan dan keselamatan peserta didik merupakan hal utama yang tidak boleh diabaikan. “Kami mendukung langkah Dinas Pendidikan melakukan penyesuaian pembelajaran. Dalam kondisi kualitas udara menurun akibat kabut asap, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas,” ujar Subandi, Jumat (31/7/2026).

Ia menilai kebijakan pembatasan aktivitas luar ruangan dan penggunaan masker di lingkungan sekolah merupakan langkah pencegahan yang tepat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Menurutnya, setiap satuan pendidikan harus mampu menyesuaikan kegiatan berdasarkan kondisi kualitas udara yang terjadi di lapangan. “Sekolah harus melihat situasi terkini. Apabila kualitas udara tidak memungkinkan, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dihentikan sementara agar anak-anak tetap terlindungi,” katanya.

Politisi Partai Golkar tersebut juga mengajak para orang tua turut berperan dalam menjaga kesehatan anak selama kabut asap masih terjadi. Ia mengimbau orang tua memastikan anak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga pola makan dengan asupan bergizi, serta mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Selain itu, Subandi meminta Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara serta mengevaluasi kebijakan pembelajaran sesuai kondisi terkini.

Menurutnya, koordinasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait perlu diperkuat agar langkah yang diambil dapat berjalan efektif. “Jangan sampai peserta didik menjadi pihak yang terdampak karena keterlambatan dalam mengambil kebijakan. Semua keputusan harus berdasarkan perkembangan kondisi udara dan data di lapangan,” tegasnya. Subandi juga mengajak masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. ‘’Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk mengurangi risiko kabut asap yang tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari,’’ ujar Subandi.(nis)