BeritaPemprov Kalimantan Tengah

Indonesia Ekspor 186,8 Ton Sarang Burung Walet ke Tiongkok pada Semester I 2026

5
×

Indonesia Ekspor 186,8 Ton Sarang Burung Walet ke Tiongkok pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Foto yang diabadikan pada 20 September 2025 ini menunjukkan para pengunjung sedang memilih produk sarang burung walet di sebuah pameran di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

JAKARTA, 25 Agustus (Xinhua), eNewskalteng.com – Tiongkok masih mempertahankan posisinya sebagai pasar utama sarang burung walet Indonesia. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor komoditas tersebut ke Tiongkok mencapai 172,15 juta dolar AS atau sekitar Rp3 triliun sepanjang semester pertama (H1) 2026.

Nilai ekspor tersebut tercatat turun sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, Tiongkok tetap menjadi negara penyerap terbesar sarang burung walet Indonesia, dengan kontribusi sekitar 80 persen terhadap total ekspor komoditas tersebut. Dari sisi volume, Indonesia telah mengirim sekitar 186,8 ton sarang burung walet ke pasar Tiongkok sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Sarang burung walet selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Tiongkok. Besarnya pasar domestik Tiongkok serta upaya pemerintah setempat dalam mendorong konsumsi di dalam negeri dinilai dapat membuka peluang bagi peningkatan permintaan komoditas tersebut.

Penguatan hubungan perdagangan kedua negara di sektor sarang burung walet juga terus dilakukan. Pada April 2026, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bersama China Agricultural Wholesale Markets Association (CAWA) menyelenggarakan China-Indonesia Bird’s Nest Trade Summit Forum.

Forum tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kerja sama perdagangan sekaligus menjaga keberlanjutan akses pasar sarang burung walet Indonesia di Tiongkok. Aktivitas ekspor komoditas tersebut juga masih berlangsung. Pada Jumat (21/8), Badan Karantina Indonesia (Barantin) meresmikan ekspor sarang burung walet asal Provinsi Banten dengan nilai mencapai Rp38,7 miliar.

Selain Tiongkok, sejumlah pasar Asia lainnya juga menjadi tujuan penting ekspor sarang burung walet Indonesia. Hong Kong menempati posisi berikutnya dengan nilai ekspor sebesar 15,7 juta dolar AS sepanjang semester pertama 2026.

Singapura berada di urutan selanjutnya dengan nilai ekspor sekitar 10 juta dolar AS. Indonesia juga memperluas pasar sarang burung walet ke sejumlah negara di luar Asia, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Dengan tetap kuatnya permintaan dari pasar Tiongkok dan berkembangnya tujuan ekspor lainnya, komoditas sarang burung walet masih menjadi salah satu produk unggulan Indonesia dalam perdagangan internasional.(red)