BeritaPemkab Murung Raya

Heriyus Dorong Masyarakat Murung Raya Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

4
×

Heriyus Dorong Masyarakat Murung Raya Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Bupati Murung Raya Heriyus saat menghadiri Pentas Seni dan Budaya yang digelar Paguyuban Turonggo Djati Manggolo dalam rangka memeriahkan puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Photo/ist)

Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Bupati Murung Raya Heriyus mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman suku, agama, serta budaya yang hidup berdampingan di daerah tersebut. Pesan itu disampaikan Heriyus saat menghadiri Pentas Seni dan Budaya yang digelar Paguyuban Turonggo Djati Manggolo dalam rangka memeriahkan puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Kilometer 12, Desa Transbahitom, Kecamatan Murung, Sabtu (22/8/2026) malam. Pentas tersebut menghadirkan berbagai kesenian tradisional Jawa, seperti Kuda Lumping, Tari Rempak atau Barong, Tari Reog, serta sejumlah pertunjukan seni lainnya.

Menurut Heriyus, kegiatan seni dan budaya bukan hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat. Ia menilai keberadaan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sosial di Murung Raya. “Kita patut bersyukur karena di Murung Raya kita hidup berdampingan dengan berbagai agama, suku dan budaya. Kehadiran saudara-saudara kita dari pulau Jawa menjadi bagian dari keberagaman yang harus kita jaga bersama,” kata Heriyus.

Ia mengingatkan agar keberagaman tersebut terus dirawat melalui sikap toleransi, saling menghormati, serta semangat kebersamaan. Menurutnya, prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung penting diterapkan agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis. Heriyus juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.

Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar secara sembarangan. Penggunaan api, apabila memang diperlukan, harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan memastikan kondisi di sekitarnya tetap aman. Selain mencegah terjadinya kebakaran, Heriyus mendorong masyarakat untuk mengedepankan semangat gotong royong ketika menemukan titik api. Warga diminta segera melakukan penanganan awal sesuai kemampuan dan melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya, lanjutnya, terus memperkuat kesiapsiagaan guna mengantisipasi ancaman Karhutla. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin. Melalui kegiatan seni dan budaya tersebut, Heriyus berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong semakin kuat sehingga keberagaman di Murung Raya dapat terus menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.(red)