BeritaInternasional

Novel Daring, Mikrodrama, dan Gim Video China Terintegrasi dalam Rantai Nilai Kekayaan Intelektual

1
×

Novel Daring, Mikrodrama, dan Gim Video China Terintegrasi dalam Rantai Nilai Kekayaan Intelektual

Sebarkan artikel ini
Kru mikrodrama sedang melakukan syuting di Hengdian World Studio di Dongyang, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 25 Desember 2025. (Xinhua/Liu Ziyi)

HANGZHOU, eNewskalteng.com — Novel daring, mikrodrama, dan gim video China, yang secara kolektif disebut sebagai “tiga serangkai baru” ekspor budaya China, kini telah berkembang menjadi ekosistem pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang terintegrasi sepenuhnya, menurut para akademisi dan pelaku industri dalam dialog publik pada Pameran Buku Nasional (National Book Expo) China ke-34 yang baru saja berakhir. “Dahulu, sastra daring, drama daring, dan gim video masing-masing menempuh jalannya sendiri-sendiri,” kata Zeng Fanwen, direktur eksekutif lembaga penelitian industri budaya di Universitas Renmin China, dalam pameran yang digelar di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China timur, mulai Jumat (24/7) lalu hingga Senin (27/7/2026).

Kini, ketiga sektor tersebut membentuk sinergi yang kuat, dengan novel daring berperan sebagai sumber konten, mikrodrama menjadi sarana uji pasar yang memberikan validasi pasar secara cepat, sementara gim video menciptakan nilai jangka panjang dan mendalam, imbuh Zeng. ‘’Tiga serangkai budaya baru’ ini bukanlah tiga industri yang terpisah, melainkan sebuah ekosistem pengembangan kekayaan intelektual yang terintegrasi sepenuhnya,” kata Shen Shicheng, pejabat bidang publisitas Provinsi Zhejiang, mengutarakan pendapat senada dengan Zeng.

Novel daring China telah menjangkau hampir 400 juta pengguna di lebih dari 200 negara dan kawasan, menghasilkan pendapatan luar negeri sebesar 5,64 miliar yuan (1 yuan = Rp2.672) atau sekitar 830 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.088), menurut Wang Zhongjie, manajer umum bisnis luar negeri Yuewen Group, sebuah perusahaan budaya China. Sejumlah novel daring telah membangun basis penggemar yang sangat besar di tingkat global, sekaligus menjadi sumber konten yang kaya bagi adaptasi ke dalam mikrodrama dan gim video.

Seiring gim video China mulai merambah pasar luar negeri, kisah-kisah budaya yang terjalin di dalamnya semakin mendapat sambutan dari para pemain internasional. “Genshin Impact” telah menghasilkan pendapatan lebih dari 4 miliar dolar AS, sekaligus memperkenalkan beragam warisan budaya takbenda China kepada khalayak global. Sementara itu, “Black Myth: Wukong”, yang terinspirasi dari kisah klasik China “Journey to the West” (Perjalanan ke Barat), telah meraih berbagai penghargaan internasional.(red)