Muara Teweh, eNewskalteng.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar acara syukuran dan doa bersama sebagai bagian dari pelepasan jamaah calon haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kegiatan yang berlangsung di rumah jabatan bupati pada Jumat (1/5/2026) tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, keluarga jamaah, serta para calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Dalam kesempatan itu, Bupati H. Shalahuddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jamaah yang mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Ia mengingatkan agar seluruh jamaah mempersiapkan diri secara optimal, terutama terkait kondisi kesehatan dan kesiapan mental selama menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.
Menurutnya, ibadah haji memerlukan stamina yang baik mengingat aktivitas yang padat, cuaca yang cukup panas, serta jumlah jamaah dari berbagai negara yang sangat besar. “Jaga kesehatan, patuhi arahan petugas pendamping, serta bangun kebersamaan selama berada di Tanah Suci. Sikap disiplin dan saling membantu akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan ibadah,” ujar bupati. Selain itu, ia juga meminta para jamaah menjaga nama baik daerah dan bangsa selama menjalankan ibadah serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal dan ibadah.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru dan khidmat. Bagi sebagian besar jamaah, keberangkatan menuju Tanah Suci merupakan penantian panjang yang telah berlangsung bertahun-tahun sehingga momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan perjalanan, kesehatan jamaah selama berada di Arab Saudi, hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Utara, Alpiansah, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan persiapan keberangkatan telah diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan. Ia menyebutkan sebanyak 113 jamaah asal Kabupaten Barito Utara akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini, terdiri dari 57 jamaah laki-laki dan 56 jamaah perempuan. Jumlah tersebut sedikit berkurang dibandingkan musim haji sebelumnya yang mencapai lebih dari 120 orang.
Menurut Alpiansah, penyesuaian kuota terjadi seiring kebijakan nasional terkait pengaturan masa tunggu jamaah haji di berbagai daerah di Indonesia. Dari sisi usia, jamaah termuda tercatat berusia 21 tahun, sedangkan jamaah tertua mencapai usia 95 tahun. Keberangkatan jamaah usia muda umumnya berasal dari mekanisme pelimpahan porsi keluarga sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, seluruh jamaah asal Kabupaten Barito Utara akan tergabung dalam Kloter 7 Gelombang I Embarkasi Banjarmasin dan dijadwalkan terbang langsung menuju Madinah sebelum melanjutkan rangkaian ibadah haji berikutnya.(red)












