BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Anggota DPRD Hap Baperdu Dorong Patroli dan Pencegahan Karhutla Ditingkatkan

4
×

Anggota DPRD Hap Baperdu Dorong Patroli dan Pencegahan Karhutla Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – DPRD Kota Palangka Raya meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau yang diperkirakan lebih kering tahun ini. Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, mengatakan langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal guna mencegah munculnya titik api di sejumlah kawasan rawan kebakaran. “Berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering sehingga risiko karhutla juga meningkat. Karena itu pengawasan harus diperketat,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menilai koordinasi antarinstansi, patroli terpadu, dan pemantauan lapangan harus terus diperkuat, terutama di wilayah yang selama ini kerap mengalami kebakaran lahan seperti Kecamatan Jekan Raya, Pahandut, dan Sebangau. Menurut Hap, pengawasan yang maksimal di daerah rawan sangat penting agar kebakaran dapat dicegah sejak dini sebelum meluas dan sulit dikendalikan. Selain kesiapan personel, DPRD juga meminta pemerintah kota memastikan sarana dan prasarana penanganan karhutla tersedia dengan memadai, termasuk dukungan alat pemadam dan sumber daya di lapangan.

Ia menambahkan keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan karhutla. Program Kelurahan Tangguh Bencana yang telah berjalan diharapkan dapat dioptimalkan melalui partisipasi aktif warga. “Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” katanya. Hap menilai sebagian besar kasus karhutla masih dipicu aktivitas manusia, sehingga sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat perlu terus digencarkan hingga tingkat kelurahan. “Jangan sampai saat kebakaran terjadi justru terkendala alat atau personel. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(nis)