Palangka Raya, eNewskalteng.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar pelatihan terpadu tahun 2026 yang mencakup Pelatihan Gizi Bencana, Tata Laksana bagi Tenaga Medis di Kabupaten Kapuas, serta Surveilans Pengendalian Vektor Hewan Pembawa Penyakit di Kabupaten Gunung Mas. Kegiatan ini berlangsung di Aula UPT Bapelkes Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (4/5/2026).
Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala UPT Bapelkes, Idayati, menegaskan bahwa penanganan bencana kini telah mengalami perubahan paradigma yang signifikan. Pendekatan tidak lagi hanya bersifat responsif, tetapi lebih menekankan aspek preventif, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, aspek gizi menjadi salah satu kunci dalam penanganan bencana, terutama melalui intervensi gizi spesifik yang terbukti mampu menekan angka kematian dan kesakitan akibat kekurangan gizi di situasi darurat.
“Gizi bencana masih menjadi hal yang relatif baru dalam layanan kesehatan. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga gizi dan tenaga kesehatan menjadi sangat penting agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah, khususnya dalam menghadapi potensi bencana yang berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.
Minimnya kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan gizi bencana masih menjadi tantangan serius di daerah, sehingga berpotensi menghambat efektivitas respon kesehatan saat terjadi kondisi darurat.(zen)












