BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Arif M. Norkim Soroti Ketergantungan Bahan Baku, UMKM Didorong Gunakan Produk Lokal

4
×

Arif M. Norkim Soroti Ketergantungan Bahan Baku, UMKM Didorong Gunakan Produk Lokal

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mendorong pemerintah kota agar pelaku UMKM lebih mengembangkan kerajinan berbasis bahan lokal khas daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar produk UMKM memiliki identitas kuat sekaligus merepresentasikan potensi asli daerah.

Menurut Arif, meskipun upaya pemerintah dalam mendorong UMKM hingga mampu menembus pasar ekspor patut diapresiasi, penggunaan bahan baku rotan yang sebagian besar berasal dari luar daerah masih menjadi catatan. “Kita apresiasi upaya pemerintah kota yang telah mendorong UMKM hingga bisa ekspor. Namun perlu juga diperhatikan asal bahan baku yang digunakan,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, selama ini rotan banyak didatangkan dari daerah lain seperti Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, hingga wilayah Barito. Kondisi tersebut menunjukkan UMKM di Palangka Raya masih bergantung pada pasokan bahan mentah dari luar daerah. “Kalau kita memiliki bahan baku sendiri, seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal tanpa harus bergantung dari luar,” katanya.

Arif menilai, Palangka Raya memiliki berbagai potensi bahan lokal yang bisa dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi, seperti talipuk (teratai), ilung, hingga kantung semar. Menurutnya, penggunaan bahan baku lokal akan memberikan ciri khas tersendiri, terutama untuk produk yang dipasarkan hingga ke luar negeri. “Dengan bahan lokal, orang akan langsung mengenali bahwa produk tersebut berasal dari Palangka Raya. Berbeda dengan rotan yang bisa berasal dari berbagai daerah,” jelasnya.

Meski demikian, Arif tetap mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan UMKM. Ia menilai kualitas produk UMKM Palangka Raya saat ini sudah mampu bersaing di pasar internasional. “Yang perlu ditekankan adalah pemberdayaan UMKM harus berbasis potensi lokal. Jangan sampai bahan bakunya dari luar, tetapi diklaim sebagai produk khas Palangka Raya,” pungkasnya.(nis)