BeritaEksekutifNasionalPemprov Kalimantan Tengah

Aklamasi di Konferwil XIII, Dr.HM.Wahyudie F. Dirun Kembali Nakhodai PWNU Kalteng Masa Khidmat 2026-2031

71
×

Aklamasi di Konferwil XIII, Dr.HM.Wahyudie F. Dirun Kembali Nakhodai PWNU Kalteng Masa Khidmat 2026-2031

Sebarkan artikel ini
Dr. HM. Wahyudie F. Dirun (kanan) terpilih kembali memimpin PWNU Kalteng masa khidmat 2026-2031.(Photo/van)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Konfrensi Wilayah XIII Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (14/2/2026), yang dihadiri langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, berlangsung aman dan lancar. Tanpa perlu waktu lama, Dr. HM. Wahyudei F Dirun secara aklamasi Kembali memimpin PWNU Kalteng masa khidmat 2026-2031. Keputusan menetapkan Wahyudi F Dirun tersebut diambil melalui  idang pleno Konferwil XIII yang digelar di Aula Jayang Tingang, Lantai I Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Pembukaan kegiatan lima tahunan tersebut juga dihadiri  Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, unsur Forkopimda, serta jajaran Rois Syuriah dan pengurus NU dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

Peserta yang memenuhi acara Konferwil XIII PWNU Kalteng, Sabtu (14/2/2026).(Photo/van)

Dalam konfrensi tersebut, Pimpinan sidang, KH Miftah Faqih, membacakan hasil keputusan bersama sekretaris sidang H. Suhardi dan anggota sidang Faturahman. “Menetapkan dan memutuskan Dr. HM. Wahyudie F Dirun sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Kalteng dalam Sidang Pleno Konferwil XIII,” ujar Miftah saat membacakan penetapan.

Penetapan berlangsung secara bulat karena tidak ada kandidat lain yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Dengan demikian, forum langsung mengesahkan Wahyudie F Dirun tanpa melalui pemungutan suara. Konferwil XIII PWNU Kalteng diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan peran Nahdlatul Ulama di Kalimantan Tengah dalam bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan umat.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran menyampaikan bahwa NU sebagai organisasi Islam terbesar memiliki kontribusi nyata dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat pembangunan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan untuk menjawab tantangan pembangunan yang terus berkembang. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan peran aktif NU sangat dibutuhkan, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun penguatan wawasan kebangsaan,” tegasnya.

Konferwil yang diikuti 116 peserta dari 14 PCNU kabupaten/kota ini menjadi forum strategis untuk memilih kepengurusan baru sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja NU lima tahun ke depan.(zen)