Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Infrastruktur hingga pembuatan drainase mendominasi usulan pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2027, di Kecamatan Baamang tahun 2026.
Camat Baamang, Sufiansyah, mengatakan Musrenbang tersebut telah dilaksanakan dan secara resmi ditutup oleh Bupati Kotim melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida), setelah sebelumnya dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotim.
“Sejumlah usulan prioritas pembangunan telah disampaikan masyarakat melalui kelompok kerja (Pokja), baik pokja ekonomi, pemerintahan dan kesejahteraan sosial, maupun pokja sarana dan prasarana,” ujarnya, Rabu 4 Pebruari 2026.
Sufiansyah menjelaskan, desa Tinduk memprioritaskan pembangunan jalan karena akses aspalnya memang belum tembus sampai ke desa, sehingga itu menjadi prioritas utama. Sementara kelurahan lain, pada tahun 2026 sudah cukup banyak kegiatan sapras yang dilaksanakan.
“Selain pembangunan jalan, masyarakat dan tokoh masyarakat juga menekankan pentingnya pemeliharaan drainase, terutama di sepanjang Jalan Walter Conrad, Kenan Sandan, dan Muchran Ali. Kondisi drainase yang kurang optimal berdampak langsung saat curah hujan tinggi dan pasang air sungai,” ungkapnya.
Terkait banyaknya usulan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Sufiansyah menyampaikan pihak kecamatan akan mengupayakan berbagai skema pendanaan agar aspirasi masyarakat tetap dapat terakomodasi.
“Tidak semua aspirasi bisa dibiayai melalui APBD kabupaten. Nantinya, dinas teknis diharapkan dapat mengusulkan ke provinsi maupun pusat. Selain itu, kelurahan juga memiliki dana kelurahan yang bisa dimanfaatkan, bahkan melalui swadaya bersama masyarakat,” katanya.
Pasca pelaksanaan Musrenbang, pihak kecamatan akan segera merekap seluruh hasil usulan dari masing-masing pokja untuk dilaporkan kepada pemerintah daerah.
“Sesuai arahan Bupati, dalam waktu tujuh hari seluruh usulan harus sudah dilaporkan melalui Baperida, baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy, serta diinput ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD/ICPD),”pungkasnya. (man)












