BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

Dewan Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit Melunak, Gubernur Motoprix Open Race 2025 Tetap Digelar di Taman Kota Sampit

78
×

Dewan Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit Melunak, Gubernur Motoprix Open Race 2025 Tetap Digelar di Taman Kota Sampit

Sebarkan artikel ini
Pemkab Kotim bersama Dewan Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit saat menggelar audiensi, Selasa (9/12/2025). (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur,eNewskalteng.com – Meski sebelumnya ditentang dan mendapat penolakan banyak pihak, penyelenggaraan event  Gubernur Motoprix Open Race 2025 akhirnya tetap digelar di kawasan taman kota Sampit. Hasil ini setelah dilakukan audiensi antara Pemkab Kotawaringin Timur bersama perwakilan dari Dewan Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit dan Klinik Terapung Obor, Selasa (9/12/2025).

 

Pada audiensi yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kotawaringin Timur, Oktav Pahlevi, akhirnya menghasilkan sejumlah kesepakatan  antara Pemerintah Daerah, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kotim, perwakilan Gereja Katolik Santo Yohanes Don Bosco Sampit, serta pihak Klinik Terapung Obor.

 

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bersedia berdialog dan bersama-sama mencari solusi terbaik, sehingga polemik yang sempat mencuat beberapa hari terakhir akhirnya mencair, saat semua pihak duduk bersama dan menyampaikan pendapat secara terbuka,” kata Oktav.

 

Sejumlah kesepakatan penting seperti panitia pelaksana dari IMI Kotim akan menyediakan sarana dan akses keluar-masuk mobil ambulan untuk Klinik Terapung Obor. Setidaknya ada jalur sekitar 2,5 meter agar ambulans dan kendaraan layanan kesehatan dapat bergerak bebas.

 

Kemudian untuk titik start dan finish yang awalnya direncanakan berada di depan Klinik Obor Terapung, akan dialihkan ke Jalan S. Parman atau tepat di depan kawasan eks Mentaya.

 

“Artinya panggung utama untuk pengumuman pemenang dan sebagai sentral pusat kegiatan dipindahkan ke area tersebut. Tujuannya agar suara dan kepadatan massa tidak menumpuk ke Jalan Yos Sudarso, seraya diharapkan skema ini bisa diminimalkan,” ungkap Oktav.

 

Hasil kesepakatan penting pada audiensi tersebut, Pemkab Kotim menyatakan bahwa event motoprix ini merupakan ijin yang terakhir kalinya digelar di kawasan Taman Kota Sampit. Tidak hanya itu Pemerintah Daerah juga berkomitmen untuk menyiapkan arena baru di luar pusat keramaian sebagai lokasi tetap kegiatan otomotif.

 

Sementara itu menurut Ketua Dewan Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit, Adrianus Salampak, mengatakan pihak gereja menerima keputusan tersebut dengan sejumlah syarat untuk melindungi kepentingan publik, terutama saat menjalankan ibadah hari minggu maupun untuk pelayanan kesehatan di klinik terapung obor.

 

“Kami juga mempertimbangkan bahwa kegiatan otomotif ini sebagai ajang penyaluran bakat dan prestasi bagi anak-anak kita juga. Namun dengan catatan penting selama tidak melanggar rambu-rambu surat edaran bupati, kami bisa menyetujui,” tandas Salampak.

 

Ia meminta akses menuju poliklinik, pastoran, dan gereja harus steril dari penonton maupun kendaraan parker, sebab mereka kerap mengalami kesulitan tiap kali Road Race digelar, pasalnya jamaah harus berjalan jauh akibat jalan yang dipenuhi kendaraan maupun ribuan penonton yang hadir.

 

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kotim yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Kotim, Angga Aditya Nugraha, beryukur karena event Road Race akhirnya bisa tetap berjalan. Kesepakatan yang dicapai adalah win-win solution bagi semua pihak.

 

“Saya kembali menegaskan bahwa event motoprix tahun ini akan menjadi gelaran terakhir di Taman Kota Sampit. Ke depan, arena khusus akan disiapkan agar pelaksanaan Road Race tidak lagi berbenturan dengan kegiatan publik. Terpenting pula event ini penting untuk mempersiapkan atlet Kotim menghadapi Porprov 2026,” tegasnya.

 

Sedangkan dari panitia pelaksana yang juga Ketua Club Cipta Mentaya Production, Muhammad Hasbi, menyatakan pihaknya siap melaksanakan persyaratan terkait kesepakatan bersama.

 

“Saya bersama pihak keamanan akan berupaya semaksimal mungkin mensterilkan area sekitar Klinik Obor dan gereja dari penonton meskipun mengakui tidak bisa menjamin sepenuhnya karena jumlah penonton biasanya sangat besar,” tandasnya.

 

Menurutnya, jumlah peserta tahun ini diperkirakan meningkat drastis karena banyak pembalap nasional dan tim dari Jawa Timur sudah mengonfirmasi keikutsertaannya. Diprediksi akan diikuti sekitar 250 peserta dan diperkirakan penonton membludak atau lebih dari 10 ribu orang, pungkasnya.

 

Sebelumnya, kegiatan balapan ini menuai sorotan lantaran lokasi penyelenggaraan berada di pusat keramaian Kota Sampit serta bersinggungan dengan aktivitas ibadah dan layanan kesehatan di kawasan tersebut. Namun setelah dilakukan dialog mendalam, seluruh pihak sepakat bahwa kegiatan tetap dapat dilaksanakan dengan sejumlah penyesuaian yang dianggap mampu mengakomodasi kepentingan semua pihak. (man)