BeritaEkonomiEksekutifPemkab Barito Utara

Peserta PKN II Luncurkan Proyek Perubahan KEPAK BATARA untuk Kendalikan Inflasi di Barito Utara

134
×

Peserta PKN II Luncurkan Proyek Perubahan KEPAK BATARA untuk Kendalikan Inflasi di Barito Utara

Sebarkan artikel ini
Peserta PKN II Angkatan XXVII Tahun 2025 dari BPSDM Kalteng, Hery Jhon Setiawan, resmi meluncurkan implementasi Proyek Perubahan bertajuk “Pengendalian Inflasi Berbasis Ketahanan Pangan Keluarga di Kabupaten Barito Utara” atau yang dikenal dengan nama KEPAK BATARA (Keluarga Berdaya, Pangan Terjaga, Inflasi Terkendali).(Photo/diskominfo)

Muara Teweh, eNewskalteng.com – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXVII Tahun 2025 dari BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Hery Jhon Setiawan, S.Pd., M.Pd., resmi meluncurkan implementasi Proyek Perubahan bertajuk “Pengendalian Inflasi Berbasis Ketahanan Pangan Keluarga di Kabupaten Barito Utara” atau disingkat KEPAK BATARA (Keluarga Berdaya, Pangan Terjaga, Inflasi Terkendali). Peluncuran proyek perubahan ini ditampilkan melalui media publikasi resmi yang memuat logo Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Barito Utara sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi strategis peningkatan kapasitas ASN sekaligus penguatan stabilitas ekonomi daerah.

Dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025), Hery Jhon Setiawan menjelaskan bahwa KEPAK BATARA dirancang sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui penguatan ketahanan pangan di tingkat keluarga. “Melalui KEPAK BATARA, kami ingin mendorong setiap keluarga di Barito Utara agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Ketahanan pangan keluarga merupakan benteng pertama dalam pengendalian inflasi. Jika kebutuhan dasar dapat dipenuhi secara mandiri, maka tekanan inflasi bisa diminimalkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, implementasi program ini akan dilakukan melalui peningkatan literasi pangan keluarga, pengembangan kebun pangan rumah tangga, serta penguatan kolaborasi lintas sektor bersama perangkat daerah terkait. “Proyek perubahan ini bukan hanya untuk memenuhi kewajiban dalam PKN II, tetapi merupakan komitmen nyata untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah. Harapannya, KEPAK BATARA dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,” tambahnya.(red)