BeritaEksekutifHiburanPemprov Kalimantan Tengah

Sendra Tari “Nyai Balau – Buah Pilu” Hidupkan Legenda Kalteng di Panggung Modern

87
×

Sendra Tari “Nyai Balau – Buah Pilu” Hidupkan Legenda Kalteng di Panggung Modern

Sebarkan artikel ini
Pemukulan Katambambung menandakan acara secara resmi dimulai.(Photo/zen)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Teater Terbuka Taman Budaya dipenuhi antusiasme penonton yang ingin menyaksikan Sendra Tari berjudul “Nyai Balau – Buah Pilu”. Pertunjukan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah melalui UPT Taman Budaya Kalteng, menampilkan kolaborasi lintas komunitas dan sanggar seni untuk menghadirkan kembali kisah legendaris Kalimantan Tengah dengan sentuhan modern, Sabtu (06/12/2025).

Acara dibuka oleh Yuas Elko, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekeubang), yang mewakili Gubernur Kalteng. Dalam sambutannya, Yuas menekankan bahwa pertunjukan ini lebih dari sekadar hiburan. “Kisah Nyai Balau sarat akan nilai heroisme, keteguhan hati seorang ibu, kasih sayang, dan perjuangan mempertahankan martabat. Mengangkat kisah ini di era modern 2025 menunjukkan bahwa identitas budaya kita tetap hidup,” ujarnya.

Yuas juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya dalam membangun karakter daerah. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. “Kebudayaan harus menjadi sumber nilai, semangat gotong royong, dan inspirasi pembangunan,” tambahnya. Ia turut memberi apresiasi kepada para seniman dan pengelola UPT Taman Budaya Kalteng yang terus menjaga panggung terbuka sebagai ruang kreativitas yang hidup.

Pendekatan Baru dan Kolaborasi Lintas Seni

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih menonjolkan heroisme peperangan, Sendra Tari “Nyai Balau – Buah Pilu” kali ini mengambil sudut pandang emosional seorang ibu yang kehilangan anaknya, namun tetap tegar menghadapi tantangan. Wildae D. Binti, SE., M.Si, Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, menjelaskan, “Pertunjukan ini merefleksikan nilai luhur leluhur kita melalui gerak, tari, dan drama, sehingga penonton tidak hanya menyaksikan aksi tetapi juga merasakan kedalaman cerita.”

Produksi ini melibatkan puluhan seniman lintas komunitas dan sanggar. Tim inti produksi terdiri dari:

  • Pimpinan Produksi: Christina Natalia, S.Sos

  • Koreografer: Akhmad Mahdi Almadani, Aldi Pradanaputra Akhmadi, Alifia Ananda Safitri, M. Dody

  • Pimpinan Artistik: Rendi Saputra, S.IP

  • Komposer: Andra The Angga, Daniel Batuah Barajaki, Husni M. Riadi

  • Ide Cerita: Ardi Kenzu Anarta Sawung

  • Lighting Design: Daniel Batuah Barajaki

Berbagai sanggar dan komunitas turut berpartisipasi, antara lain Sawung Batarung, Kahanjak Huang, Antang Batuah, Bukit Kahias, Hagatang Tarung, Ruh Bahalap Taneta, Pusat Olah Seni Kotawaringin Sari, Black Tiger, Bahalap Dance Camp, De-in, dan New Beddii.

Nilai Budaya dan Inspirasi

Sendra Tari ini tidak hanya menampilkan keindahan visual dan musikalitas, tetapi juga menjadi medium refleksi tentang cinta seorang ibu, ketabahan, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan penggarapan yang matang, pertunjukan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kalimantan Tengah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai warisan leluhur mereka.(Zen)

Penulis : Zendrato

Editor : Andi Kadarusman