BeritaDPRD Barito UtaraLegislatif

DPRD Barito Utara Dorong Optimalisasi Kopdeskel Merah Putih sebagai Motor Ekonomi Desa

64
×

DPRD Barito Utara Dorong Optimalisasi Kopdeskel Merah Putih sebagai Motor Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB.

Muara Teweh. eNewskalteng.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mempercepat pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih mendapat respon positif dari kalangan legislatif. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, usai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Kopdeskel Merah Putih Tahun 2025 di Aula SMPN 1 Muara Teweh, Kamis (27/11/2025).

Patih Herman menilai langkah pemerintah daerah yang disampaikan melalui Staf Ahli Bupati bidang Hukum dan Politik, Drs. H Ardian, merupakan bentuk keseriusan dalam memperkuat basis ekonomi masyarakat di tingkat desa. Ia menyebut bahwa penguatan koperasi akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi lokal.

“Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah karena percepatan operasional Kopdeskel Merah Putih ini sangat dibutuhkan. Program ini tidak hanya memenuhi amanat nasional, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat untuk memiliki lembaga ekonomi yang benar-benar aktif,” ujar Patih Herman.

Ia mengungkapkan, dari total 96 Kopdeskel Merah Putih yang terbentuk, baru 6 koperasi yang aktif menjalankan usaha. Kondisi ini, menurutnya, menandakan bahwa upaya percepatan harus dilakukan lebih serius dan terkoordinasi.

“Ini menjadi pekerjaan besar bagi semua pihak. Pemerintah desa, pengurus koperasi, dan para pendamping harus bergerak lebih cepat dan tidak hanya fokus pada administrasi pembentukan semata,” tegasnya.

Patih Herman juga mendukung upaya percepatan melalui pengembangan berbagai unit usaha, seperti pelayanan gerai kebutuhan pokok, apotek, klinik, unit simpan pinjam, logistik, dan usaha produktif lainnya. Ia menilai keberadaan unit usaha tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jika koperasi mampu menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari, tentu dampaknya nyata. Selain memperkuat ekonomi desa, keberadaannya bisa meringankan biaya hidup dan membuka peluang kerja baru,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan perlunya peningkatan kapasitas pengurus koperasi, khususnya terkait manajemen usaha dan tata kelola keuangan. Lemahnya manajemen internal, menurutnya, menjadi salah satu penyebab banyak koperasi tidak berkembang maksimal.

“Saya berharap hasil rakor ini dapat menjadi panduan operasional yang lebih jelas dan aplikatif. Pengelola koperasi harus diberi pelatihan yang memadai agar mampu menjalankan usaha secara profesional,” tambahnya.

Patih Herman juga mengapresiasi langkah Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara yang berhasil menyelenggarakan rakor dengan melibatkan 250 peserta dari berbagai unsur terkait.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pendamping lapangan, dan DPRD, ia optimistis percepatan operasional Kopdeskel Merah Putih dapat terwujud di seluruh desa dan kelurahan.

“Jika koperasi berjalan optimal, maka desa akan lebih mandiri dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Itu tujuan utama yang ingin kita capai,” pungkasnya.