BeritaEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Disdik Kalteng Dorong Pemerataan Tenaga Pendidik Lewat Program Hybrid Learning

88
×

Disdik Kalteng Dorong Pemerataan Tenaga Pendidik Lewat Program Hybrid Learning

Sebarkan artikel ini
(Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.(Photo/Zen)

Palangka Raya, eNewskalteng.com -Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus mengupayakan pemerataan tenaga pendidik di seluruh wilayah, terutama daerah pedalaman dan pelosok yang masih kekurangan guru. Salah satu strategi yang kini dikedepankan adalah penerapan sistem pembelajaran Hybrid Learning.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa saat ini distribusi tenaga pendidik di Kalimantan Tengah masih belum merata. Sebagian besar guru terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sedangkan di wilayah pedesaan jumlahnya sangat terbatas.

“Di Kalimantan Tengah guru banyak terpusat di perkotaan. Sementara di pedesaan guru kita minim, selain jumlah siswanya juga masih minim,” ujar Reza usai Upacara Hari Guru Nasional di SMAN 5 Palangka Raya, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, upaya pemerataan secara tradisional melalui mutasi atau pemindahan penugasan guru bukan perkara mudah karena menyangkut berbagai aspek kehidupan keluarga.

“Kalau kita mutasikan guru-guru perkotaan ke daerah, kita harus siap juga dengan konsekuensinya. Mereka harus pindah dengan keluarga, menyiapkan tempat tinggal, dan banyak hal lainnya,” jelasnya.

Hybrid Learning Jadi Solusi Alternatif

Melihat tantangan tersebut, Disdik Kalteng mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menjembatani keterbatasan. Program Hybrid Learning memungkinkan proses belajar mengajar dilakukan secara interaktif antara guru di kota dengan siswa di wilayah terpencil.

“Dengan dukungan digitalisasi, kekurangan guru di daerah terpencil bisa dipenuhi melalui Hybrid Learning. Gurunya tetap mengajar di kota, tapi layarnya terkoneksi sampai ke ujung Kalteng, dan tetap interaktif,” terang Reza.

Ia menegaskan, tujuan utama program ini adalah memastikan seluruh siswa di Kalimantan Tengah memperoleh hak pendidikan yang sama, tanpa kesenjangan kualitas antara kota dan pedalaman.

“PR kita, kata Pak Gubernur, bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di pedalaman supaya tidak jauh gap-nya dengan kota. Karena anak-anak di pedalaman juga punya hak mendapatkan pendidikan yang setara,” tegasnya.

Selaras dengan Program Nasional

Reza menambahkan, Hybrid Learning merupakan bagian dari program digitalisasi pembelajaran yang saat ini menjadi prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Provinsi Kalteng telah mendukung program tersebut dengan menyalurkan fasilitas teknologi ke sekolah-sekolah.

“Pemprov sudah membagikan TV interaktif dan papan tulis digital hingga ke pelosok. Dengan begitu, akses pembelajaran bisa lebih luas dan efisien,” ungkapnya.

Melalui langkah ini, Pemprov Kalteng berharap gap pendidikan antarwilayah dapat terus diperkecil, sehingga seluruh generasi muda memiliki kesempatan belajar yang setara dan berkualitas.(Zen)

Penulis : Zendrato

Editor : Andi Kadarusman