Muara Teweh, eNewskalteng.com — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara, Rayadi, menekankan pentingnya konsolidasi adat dan penguatan kearifan lokal dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam konteks hubungan antarbangsa dan kehadiran investasi.
Menurut Rayadi, dalam dinamika global saat ini, pengakuan dan penghormatan terhadap masyarakat adat serta nilai-nilai lokal menjadi prasyarat penting dalam membangun kebersamaan, kerja sama, dan kepentingan bersama antarnegara, termasuk bidang perdagangan dan ekonomi. “Karakteristik perkembangan adat di daerah kita masih menghadapi tantangan. Konsolidasi dan rekonsiliasi adat belum sepenuhnya maksimal dan belum terkonsep dengan baik. Karena itu, arah dan tujuan yang diharapkan belum berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Rayadi di Muara Teweh, Sabtu (4/10/2025).
Ia berharap konsolidasi dan rekonsiliasi adat dapat memberikan keyakinan kepada seluruh masyarakat Barito Utara yang beragam dan majemuk bahwa adat hadir untuk mengayomi dan melindungi semua orang tanpa kecuali.
Lebih lanjut, Rayadi menilai bahwa simposium adat yang sebelumnya digelar dan menghadirkan sejumlah pakar tidak boleh berhenti pada penyampaian narasi konseptual mengenai adat dan hubungannya dengan investasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu membangun kesadaran kolektif bagi pemerhati dan penggiat adat tentang pentingnya bersatu, merapatkan barisan, serta menyamakan persepsi dan langkah. “Dengan demikian, masyarakat adat dapat mengukuhkan perannya dan mendapatkan tempat yang semestinya dalam konteks kehadiran investasi di daerah ini,” pungkasnya.(red)
Penulis : Karina
Editor : Andi Kadarusman












