BeritaEkonomiEksekutifPemkab Barito Utara

Ketua NU Barut H. AAlpiansyah: Muslimat NU Benteng Utama Aswaja dan Penggerak Kemandirian Umat

87
×

Ketua NU Barut H. AAlpiansyah: Muslimat NU Benteng Utama Aswaja dan Penggerak Kemandirian Umat

Sebarkan artikel ini
Ketua PCNU Barito Utara, H Alpiansyah, saat sampaikan sambutan pada acara pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-9 Muslimat NU Barito Utara.(Photo/ist)

Muara Teweh, eNewskalteng.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barito Utara, H. Alpiansyah, S.Ag., menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran penting sebagai benteng utama dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta penggerak kemandirian umat di berbagai bidang kehidupan. Hal tersebut disampaikan Alpiansyah dalam sambutannya pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX Muslimat NU Barito Utara, yang digelar di Aula GH Senyiur Syariah, Kamis (2/10/2025). “Ibu-ibu Muslimat merupakan perawat mata rantai keilmuan yang menghubungkan kita dengan para ulama, wali, hingga Rasulullah SAW. Peran besar dalam membentuk generasi agar mengenal Aswaja banyak dijalankan oleh ibu-ibu. Muslimatlah yang menjaga akhlak, ukhuwah islamiyah, dan tradisi Aswaja tetap tertanam kuat,” ujar Alpiansyah, Sabtu (4/10/2025).

Menurutnya, Muslimat NU berperan strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas keislaman masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi. “Muslimatlah yang memastikan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah tetap kokoh dalam diri anak-anak kita. Mereka pula yang merawat tradisi tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan moderasi Islam Nusantara agar tetap menjadi solusi, bukan sumber konflik,” tegasnya.

Selain menjaga nilai-nilai keagamaan, Alpiansyah menekankan pentingnya kemandirian umat, terutama di bidang ekonomi dan sosial. “Muslimat NU telah lama membuktikan bahwa perempuan adalah arsitek utama kemandirian keluarga. Dari dapur hingga pasar, ibu-ibu Muslimat menggerakkan roda perekonomian mikro. Kemandirian ini perlu ditingkatkan ke level yang lebih luas, meliputi pengetahuan, sikap, prinsip, dan ibadah,” jelasnya.

Ia berharap forum Konfercab ke-IX ini dapat melahirkan inovasi baru, khususnya dalam memperkuat kesejahteraan keluarga berbasis kearifan lokal. “Setiap unit Muslimat NU harus mampu menjadi pusat kegiatan dan pemberdayaan masyarakat. Dari sinilah lahir kader-kader perempuan yang tangguh, profesional, dan menjadi tulang punggung pembangunan umat,” pungkas Ketua PCNU Barito Utara itu.(red)

Penulis : Karina

Editor : Andi Kadarusman