Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Nyelong Inga Simon, menegaskan bahwa stunting tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga erat kaitannya dengan pola asuh dalam keluarga. Hal tersebut ia sampaikan saat melaksanakan reses perorangan di Kabupaten Pulang Pisau.
Nyelong menyoroti fenomena para orang tua, khususnya ibu, yang kerap lebih sibuk dengan media sosial dibanding memberikan perhatian penuh kepada anak. Menurutnya, kasih sayang dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
“Pola asuh yang keliru dapat membuat anak tumbuh tidak sehat, bahkan memicu perilaku memberontak. Orang tua harus hadir secara emosional, bukan hanya memenuhi kebutuhan materinya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pola asuh yang baik harus mulai diterapkan sejak anak masih kecil. Orang tua perlu meluangkan waktu, memberikan rasa aman, serta memastikan anak merasa dicintai dan dihargai. Hal ini merupakan pondasi penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang, termasuk risiko stunting.
Selain itu, Nyelong menilai bahwa tanggung jawab mengasuh anak tidak semestinya hanya dibebankan kepada ibu. Peran ayah juga sangat penting untuk menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak.
Ia juga menyinggung pernikahan dini sebagai salah satu pemicu lemahnya pengasuhan. Pasangan yang menikah di usia terlalu muda dinilai belum matang secara emosional, mental, maupun ekonomi untuk menjalankan peran sebagai orang tua.
Nyelong menegaskan pentingnya memperhatikan usia ideal untuk menikah agar pasangan lebih siap menjalankan tanggung jawab pengasuhan. Dengan demikian, pola asuh dapat berjalan dengan baik dan anak dapat tumbuh sehat, kuat, serta bahagia.












