BeritaDPRD Kota Waringin TimurLegislatif

Ketua Fraksi Partai Golkar Tekankan Pentingnya Efisiensi dan Prioritas Belanja Daerah

91
×

Ketua Fraksi Partai Golkar Tekankan Pentingnya Efisiensi dan Prioritas Belanja Daerah

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kotawaringin Timur, Abdul Kadir.

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kotawaringin Timur, Abdul Kadir, mengingatkan pentingnya efisiensi dan prioritas belanja daerah. Caranya anggaran difokuskan pada program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pendidikan, pelatihan kerja, serta infrastruktur dasar produktif, Rabu (29/10/2025).

Abdul Kadir menyatakan, setiap rupiah yang dibelanjakan harus berorientasi hasil yang optimal. Jangan sampai anggaran hanya habis untuk administrasi atau kegiatan seremonial tanpa dampak nyata. Hal itu disampaikannya saat penyampaian rekomendasi strategis terhadap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026. “Tata kelola keuangan daerah harus berbasis kinerja (performance-based budgeting), di mana setiap tambahan anggaran disertai indikator hasil yang terukur. Anggaran bukan hanya soal pelaksanaan program, tapi tentang seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain, politisi dari daerah pemilihan II ini turut menyoroti masih lemahnya sistem pengelolaan pendapatan daerah, khususnya pada sektor retribusi yang dinilai rawan kebocoran. Menurut Abdul Kadir, upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan secara terukur melalui pembentukan tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dengan target dan indikator kinerja yang jelas. “Saya menegaskan, kita harus berani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebocoran retribusi dan menerapkan digitalisasi sistem pembayaran pajak daerah agar transparan dan akuntabel,” tandasnya.

Oleh karena itu pemerintah daerah perlu mencari sumber PAD baru yang potensial, terutama dari sektor-sektor modern seperti digital, pariwisata, jasa logistik, serta pengelolaan aset daerah yang produktif. Menurutnya, inovasi menjadi kunci untuk memperkuat kemandirian fiskal Kotim di tengah menurunnya transfer dana dari pusat.(man)