Kotawaringin Timur,eNewskalteng.com – Masyarakat di Kelurahan Parenggean mempertanyakan realisasi pembangunan jalan Bajarau – Parenggean yang hingga kini belum terlihat progress fisiknya. Padahal anggaran sebesar Rp 3 miliar telah disahkan dalam APBD Perubahan 2025 lalu, Selasa (28/10/2025).
Pertanyaan tersebut diungkapkan anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Hairis Salamad, seraya menyatakan hingga akhir Oktober 2025 belum juga menunjukkan tanda-tanda dimulai, meski anggarannya sebesar Rp 3 miliar telah disahkan dalam APBD Perubahan 2025. “Saat ini sudah akhir Oktober, artinya masa tutup buku tahun anggaran 2025 hanya tersisa tinggal dua bulan lagi. Saya hanya ingin kepastian apakah proyek ini benar-benar bisa direalisasikan tahun ini. Sebab masyarakat terlalu sering menanyakan kepadanya karena jalan ini juga pernah dijanjikan langsung oleh bupati,” ungkapnya.
Menurut Hairis, rencana proyek jalan Bajau – Parenggean tersebut sudah berulang kali disampaikan dalam forum Musrenbang Kecamatan maupun Kabupaten, bahkan telah diakomodasi pada APBD Perubahan. Namun dengan sisa waktu dua bula menjelang tutup buku tahun anggaran 2025 hingga kini belum ada realisasi kapan pengerjaan proyek tersebut dimulai. “Saya menilai peningkatan ruas jalan tersebut sangat vital bagi aktivitas ekonomi warga, terutama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah Kecamatan Parenggean dan sekitarnya. Warga juga sudah lama mengeluhkan kerusakan jalan yang menjadi urat nadi ekonomi warga,” jelasnya.
Politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) V ini menyatakan akan terus mengawal proyek ini agar benar-benar terealisasi sesuai dengan yang telah disepakati bersama. Pihaknya akan terus mendorong agar proyek ini tidak hanya selesai di atas kertas. Sebab masyarakat sudah menunggu lama dan pemerintah daerah harus menunjukkan komitmennya sebagai bentuk perhatian nyata kepada rakyat, tegas Hairis Salamad.(man)












