BeritaDPRD Kota Waringin TimurLegislatif

Wakil Rakyat Dapil II Prihatin Banyak Aspirasi Warga Yang Belum Terealisasi

73
×

Wakil Rakyat Dapil II Prihatin Banyak Aspirasi Warga Yang Belum Terealisasi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kotim, Syahbana, saat memimpin rapat pembahasan RAPBD 2026. (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana, mengatakan sebagian besar aspirasi masyarakat yang diserap saat reses sebelumnya berkaitan dengan kondisi jalan lingkungan yang rusak serta sekolah-sekolah yang belum layak. Ia mengakui banyak usulan yang disampaikan warga, namun belum terealisasi hingga kini, Kamis (23/10/2025).

Syahbana menyebutkan, fasilitas pendidikan di beberapa wilayah masih minim perhatian. Ada sekolah yang kekurangan ruang belajar, bahkan mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu proses belajar mengajar. “Masyarakat berharap pembangunan tidak hanya terpusat di kota. Jalan-jalan di desa masih banyak yang belum diaspal, bahkan beberapa sekolah butuh perbaikan mendesak. Ini yang akan saya dorong kembali agar bisa masuk dalam APBD 2026,” tegas Syahbana, Kamis (23/10/2025).

Pendidikan ungkap Politisi Nasdem ini adalah pondasi masa depan sehingga sudah harus mendapat prioritas. Anak-anak di desa punya hak yang sama untuk belajar dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Di sisi lain, Syahbana juga menyoroti pentingnya pembangunan jalan usaha tani sebagai penopang ekonomi masyarakat pedesaan. Di Kecamatan Seranau, misalnya, warga sangat berharap akses pertanian bisa diperbaiki agar mobilitas hasil panen lebih lancar.

Wakil rakyat yang kerap memperjuangkan aspirasi ini berharap, pemerintah daerah  lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat di pelosok, seraya menegaskan, pemerataan pembangunan adalah kunci untuk menekan kesenjangan antar wilayah di Kotim. “Tentunya semua pihak ingin pembangunan berjalan seimbang. Artinya jangan prioritas pembangunan di wilayah perkotaan, namun di pelosok desa masih tertinggal jauh. Kalau infrastruktur dan pendidikan di desa diperkuat, otomatis ekonomi masyarakat juga akan berkembang,” pungkasnya.(man)