Palangka Raya, eNewskalteng.com — Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pengembangan komoditas kakao sebagai salah satu potensi unggulan baru di sektor perkebunan daerah. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, kakao juga dinilai ramah lingkungan dan memiliki prospek pasar yang cerah, baik di dalam maupun luar negeri.
Kepala Disbun Kalteng, H. Rizky Ramadhana Badjuri, mengatakan pihaknya melakukan berbagai langkah untuk mengenalkan kakao kepada masyarakat, khususnya kalangan muda. Salah satunya melalui Lomba Kreatif Kakao, yang bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi milenial terhadap komoditas unggulan Bumi Tambun Bungai tersebut. “Salah satunya dengan mengadakan Lomba Kreatif Kakao untuk mengajak generasi muda lebih mengenal komoditas kakao. Kita juga mensosialisasikan kakao sebagai terobosan komoditas unggulan selain sawit,” kata Rizky, Kamis (2/10/2025).
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran agar pengembangan sumber daya manusia (SDM) milenial di sektor perkebunan terus diperkuat. “Sesuai arahan Gubernur, kami mendorong SDM milenial untuk mencintai dan mengembangkan kakao, agar dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan budidayanya semakin meluas,” jelasnya.
Rizky menjelaskan, Disbun Kalteng akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani kakao agar pengelolaan budidaya dan pascapanen berjalan optimal. Melalui pelatihan, petani diharapkan mampu mengolah hasil panen menjadi produk turunan bernilai tambah. “Kami akan terus melakukan pendampingan, karena pengembangan kakao masih panjang dan membutuhkan dukungan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, kakao memiliki prospek pasar menjanjikan, bahkan sudah menarik minat sejumlah negara di Eropa terhadap produk kakao asal Kalimantan Tengah. “Permintaan dari negara-negara Eropa juga sudah mulai muncul untuk kakao asal Kalteng,” ungkap Rizky.
Selain bernilai ekonomi, pengembangan kakao juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan komoditas lain seperti sawit, karena dapat ditanam di kawasan hutan atau perhutanan sosial tanpa merusak ekosistem.
Saat ini, Pemprov Kalteng memfokuskan pengembangan kakao di wilayah timur seperti Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya, yang dinilai memiliki potensi besar untuk diperluas ke wilayah tengah dan barat. “Kami juga memetakan lahan yang cocok, seperti tanah lempung berpasir atau lempung liat yang tidak tergenang air. Lahan-lahan tersebut akan dimaksimalkan untuk pengembangan kakao ke depan,” tutupnya.(red)












