BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

Seekor Hewan langka Lutung Abu-abu Ditemukan Warga Dengan Kondisi Penuh Luka

154
×

Seekor Hewan langka Lutung Abu-abu Ditemukan Warga Dengan Kondisi Penuh Luka

Sebarkan artikel ini
Seekor hewan langka lutung abu-abu dengan kondisi penuh luka saat ditangani petugas medis setempat.(Photo/man)

Sampit, eNewskalteng.com – Seekor hewan langka lutung abu-abu dengan  kondisi penuh luka ditemukan seorang warga di Jalan Trans Kalimantan,  Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Hewan langka yang diduga ditabrak mobil ini, kemudian dibawa ke klinik hewan untuk mendapatkan perawatan.

Oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit hewan langka tersebut dibawa ke klinik hewan untuk mendapatkan pengobatan. Primata tersebut mengalami banyak luka di beberapa bagian tubuhnya.

Hewan dilindungi yang juga dikenal dengan nama hirangan itu, sebelumnya diserahkan oleh warga bernama Ian kepada petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan setempat. ‘’Menurut informasi yang kami terima, hewan lutung itu ditemukan di Jalan Trans Kalimantan,  tepatnya di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Kota Besi. Saat ditemukan warga itu lutung dengan kondisi lemas dan banyak luka. Diduga hewan itu baru saja ditabrak oleh kendaraan yang melintas,’’ ujar Muhammad Febri, Petugas Damkarmat Kotawaringin Timur kepada media ini, Senin (27/10/2025).

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan, terdapat empat luka pada tubuh lutung, yaitu di bagian tangan, ekor, mulut serta pada bagian punggung yang menjadi titik luka terparah. Dalam penanganannya, lutung harus mendapat sejumlah jahitan kecuali pada bagian mulut. ‘’Selanjutnya lutung akan menjalani masa pemulihan, serta observasi kesehatan selama beberapa hari kedepan,’’ tambah Muriansyah, Komandan BKSDA Pos Sampit.

‘’Jika nantinya lutung abu-abu ini telah dinyatakan sehat, maka hewan tersebut akan kembali dilepas liarkan ke habitat aslinya di hutan yang ada di wilayah Kotawaringin Timur. Upaya penyelamatan ini dilakukan guna menjaga agar populasi lutung abu-abu tidak punah,’’tutup Muriansyah.(man)

Penulis : Normansyah/eNewskalteng.com

Editor : Andi Kadarusman