BeritaDPRD Kota Waringin TimurLegislatif

Komisi III DPRD Kotim Pantau Kesiapan Koni Jelang Porprov 2026

156
×

Komisi III DPRD Kotim Pantau Kesiapan Koni Jelang Porprov 2026

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur – Dadang Siswanto photo bersama dengan jajarannya.(Photo/normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Komisi III DPRD Kotawaringin Timur menggelar audiensi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mengetahui kendala yang dihadapi KONI, sekaligus memantau sejauh mana kesiapan cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Senin (13/10/2025).

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, salah satu hambatan yang dihadapi adalah keterlambatan pencairan anggaran akibat belum terpenuhinya sejumlah syarat administrasi. “Ada kendala-kendala teknis yang harus dipenuhi dan itu jadi permasalahan yang harus segera disikapi,” ujar Dadang.

Tidak hanya itu ungkap Dadang, dengan 32 cabor yang ada, perlu ditetapkan beberapa cabor unggulan agar alokasi anggaran bisa disusun lebih efisien. “Apakah ada cabor unggulan dan berapa proyeksi kebutuhan anggaran menghadapi Porprov tahun depan, ini perlu dirinci sejak sekarang,” kata Dadang.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. “Kita dorong Dispora merealisasikan perda tersebut. Kalau perlu, ada konsep bapak angkat untuk cabor, dan kami di DPRD siap membantu. Perda itu juga mewajibkan perusahaan besar swasta membina satu cabor di Kotim,” tambahnya.

Ketua Umum KONI Kotawaringin Timur, Alexius Esliter mengakui pihaknya tengah menghadapi kendala pencairan dana hibah yang hingga kini belum terealisasi. “Kami berharap Kadispora bisa memberikan arahan karena sampai saat ini anggaran kami belum ada. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Komisi III, dan kami butuh bimbingan agar KONI Kotim bisa berjalan baik dan berprestasi,” ungkapnya.

Alexius juga menyebut sejumlah cabor di bawah KONI saat ini mengalami kekosongan pengurus karena masa jabatan telah berakhir. “Untuk usulan tahun depan, kepengurusannya harus sudah definitif. Kami tetap optimistis bisa tampil maksimal di Porprov 2026 nanti,” pungkasnya. (man)