BeritaNasionalPemprov Kalimantan Tengah

SMSI Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Pemda dan Dewan Pers Menyongsong HPN 2026

139
×

SMSI Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Pemda dan Dewan Pers Menyongsong HPN 2026

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum SMSI, Firdaus saat menyamaikan materi saat Dialog Nasional perdana di Gedung Serbaguna SMSI, Jalan Veteran II Nomor 7c, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).(Photo/dok.SMSI)

Jakarta. eNewskalteng.com — Menyongsong Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyiapkan serangkaian dialog nasional sekaligus mematangkan peta jalan strategis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dan Dewan Pers.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengungkapkan hal tersebut saat Dialog Nasional perdana di Gedung Serbaguna SMSI, Jalan Veteran II Nomor 7c, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025). Acara ini juga diikuti secara daring oleh pengurus dan anggota SMSI dari berbagai daerah.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah tokoh penting industri media, termasuk Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Dewan Pembina SMSI Prof. Harris Arthur Hedar, Dewan Pakar SMSI Yuddy Chrisnandi, Prof. Henri Subiakto, dan Hersubeno Arief. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan pentingnya agenda strategis yang tengah disiapkan SMSI menuju HPN 2026.

Firdaus menjelaskan, SMSI akan menggelar serial dialog nasional selama empat bulan ke depan, dimulai Oktober 2025 hingga puncaknya pada Januari 2026. Hasil dari seluruh rangkaian diskusi ini nantinya akan disarikan menjadi rekomendasi kebijakan strategis untuk disampaikan pada momentum HPN Februari 2026. “Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah tantangan media baru di era digital. Saat ini banyak platform media kecil namun berpengaruh di ruang publik, yang menimbulkan pertanyaan mengenai posisi, legitimasi, dan tanggung jawab etika mereka dalam ekosistem pers nasional,” kata Firdaus.

Melalui serial dialog ini, SMSI bertekad melahirkan rumusan kebijakan yang visioner dan adaptif terhadap transformasi digital, sehingga dunia pers tetap profesional, relevan, dan berperan positif dalam membangun masyarakat informasi yang sehat. “Ini adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan transformasi digital di dunia pers membawa kemaslahatan, bukan sekadar disruption. Rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi panduan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Firdaus.(sumber:realise SMSI Pusat)