Palangka Raya, eNewskalteng.com – Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode I Tahun 2025 melaksanakan program bertema Bebas Stunting dan Mandiri Pangan di Desa Tumbang Habaon, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Senin (28/7/2025).
Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok KKN 210 ini terdiri dari Anjelika (Manajemen), Andika Prayoga (Teknik Informatika), Felly Sabatini (Akuntansi), Gusnia Devianti (Ekonomi Pembangunan), Mauliya Apriyanti (PGSD), Mesra Ratna Sari Telaumbanua (Manajemen Sumberdaya Perairan), Ornella Arnia Florensia (pendidikan kimia),
Arisumi Ir L tundan (PGSD), Abdullah (manajemen), Julia (Teknologi Pendidikan), Angelia Solla (Kedokteran Program Sarjana), Debby Catur Prasetyo (Pendidikan Teknik Mesin), Gracyela Hutabalian (Kehutanan), Jonathan Dandy (Agribisnis), Heja (PGSD), dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zimon Pereiz, S.Si., M.Sc.l
Salah satu program unggulan kelompok ini adalah inovasi pangan sehat berupa Puding Kelakai. Kelakai, tanaman khas Kalimantan yang kaya zat besi, dipilih karena bermanfaat untuk meningkatkan gizi, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Produk ini diharapkan dapat menjadi pangan lokal alternatif dalam mendukung pencegahan stunting sekaligus peluang usaha bagi masyarakat.l
Selain pembuatan produk, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada warga mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan praktik cuci tangan di SDN Tumbang Habaon, pentingnya gizi seimbang, serta pemanfaatan kelakai menjadi olahan bernilai ekonomi. Kegiatan ini disambut antusias warga yang turut serta mencoba membuat puding secara langsung.o
Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok KKN 210, Zimon Pereiz, S.Si., M.Sc, mengatakan bahwa program inovasi pangan lokal ini sejalan dengan upaya peningkatan gizi masyarakat.
“Pemanfaatan kelakai sebagai puding sehat menunjukkan bahwa tanaman lokal bisa diolah menjadi produk bergizi dan bernilai ekonomi. Inovasi ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mandiri pangan,” ujarnya.m
Sementara itu, Kepala Desa Tumbang Habaon turut mengapresiasi kegiatan mahasiswa. “Inovasi puding kelakai membuka wawasan masyarakat bahwa tanaman lokal bisa diolah menjadi pangan sehat dan bermanfaat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok KKN 210, Jonathan Dandy. Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi serta memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat Desa Tumbang Habaon mampu mencegah stunting dan semakin mandiri dalam pemanfaatan tanaman lokal, khususnya kelakai,” jelasnya.a
Adapun kegiatan KKN kelompok 210 di Desa Tumbang Habaon berlangsung selama 1 bulan, dengan berbagai program lain seperti Edukasi Stunting dan Pemeriksaan Gizi TB dan BB Anak, Pemberian Makanan Bergizi seperti Seperti Bubur Kacang Hijau, Pemberian Biskuit dan Susu, Edukasi UMKM, Edukasi Sampah, Edukasi Menstruasi dan Pembagian Tablet Tambah Darah, Pembuatan Taman Baca, Penanaman dan Perawatan Bibit, Edukasi Digital, hingga Edukasi HIV/AIDS.(y)












