BeritaDPRD Kota Waringin TimurLegislatif

Wakil Rakyat Kotim Soroti Aksi Balap Liar di Kawasan Terowongan Nur Mentaya

125
×

Wakil Rakyat Kotim Soroti Aksi Balap Liar di Kawasan Terowongan Nur Mentaya

Sebarkan artikel ini
Wahito Fajriannor, Anggota DPRD Kotawaringin Timur.

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Politisi dari Partai Demokrat DPRD Kabupaten kotawaringin Timur, Wahito Fajriannor, mengaku prihatin terkait maraknya aksi balapan liar yang kerap terjadi di kawasan Terowongan Nur Mentaya Jalan Tjilik Riwut Sampit.

Menurut Wahito, kondisi ini merupakan fenomena yang harus disikapi secara serius dan menjadi perhatian semua pihak. Ia menilai, salah satu penyebab munculnya balapan liar adalah belum tersedianya wadah atau tempat yang layak bagi anak muda untuk menyalurkan hobi dan bakat otomotif mereka. Karena itu, ia mendorong agar progres pembangunan sirkuit balap di Kotim dapat segera dipercepat. “Masyarakat atau pengguna lalu lintas di kawasan tersebut tentunya resah dengan kondisi ini. Saya melihat salah satu penyebabnya adalah karena belum ada tempat resmi bagi kalangan anak muda ini untuk menyalurkan hobi dan potensi tersebut. Jadi, kalau pembangunan sirkuit bisa dipercepat, hal itu tentu bisa menekan dampak dari terjadinya aktivitas bal;apan liar di jalan umum,” ujar Wahito, Jumat (17/10/2025).

Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah daerah melalui Dinas perhubungan Kotawaringin Timur memang telah menyediakan area latihan di halaman depan stadion 29 Nopember Sampit yang diperuntukkan bagi komunitas otomotif setempat. Meski demikian, fasilitas tersebut masih sangat terbatas dan belum mampu menampung seluruh kebutuhan pembalap lokal.

Selain mendorong percepatan pembangunan sirkuit, Wahito juga meminta agar aparat kepolisian memperketat pengawasan di titik-titik rawan yang sering dijadikan arena balapan liar.

Anggota komisi dari daerah pemilihan III ini menilai, sebagian pelaku bukan berasal dari komunitas resmi, melainkan oknum-oknum yang mencari sensasi tanpa memperhatikan keselamatan diri maupun orang lain. “Para remaja yang terlibat itu bukan pembalap yang siap atau tergabung dalam komunitas, tapi oknum yang hanya ikut-ikutan. Karena itu, saya berharap pengawasan dari Polres maupun jajaran terkait bisa lebih diperketat agar aksi balapan liar ini bisa ditekan,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrat in menegaskan, pembangunan sirkuit bukan hanya sekadar fasilitas olahraga, tetapi juga solusi jangka panjang untuk mengurangi kegiatan negatif yang membahayakan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.(man)

Penulis : Normansyah/enewskalteng.com

Editor    : Andi Kadarusman