Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Sepasang muda-mudi yang tampak berbuat tidak senonoh di kawasan stadion 29 nopember sampit membuat geger warga dan menjadi viral di media social. Keduanya tampak bermesraan tanpa mengindahkan lingkungan sekitar, meski lokasi tersebut merupakan ruang publik.
Melalui video singkat berdurasi sekitar 18 detik tersebut, terlihat sepasang muda-mudi duduk berdua di kawasan stadion 29 nopember sampit tersebut. Keduanya tampak bermesraan tanpa mengindahkan lingkungan sekitar, padahal disekitar mereka ada sejumlah warga yang tengah beraktivitas.
Meski lokasi tersebut merupakan ruang publik yang kerap digunakan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas bersama keluarga, sepasang muda-mudi tersebut dengan acuhnya melakukan perbuatan mesum.
Banyak pihak mengecam perilaku yang melanggar norma kesopanan dan mencederai fungsi fasilitas umum sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.
“Stadion itu ruang publik, banyak anak-anak dan keluarga. Harusnya bisa saling menjaga,” ungkap Soleh, salah seorang warganet dalam kolom komentar unggahan video yang beredar, Kamis 5 Pebruari 2026.
Terkait maraknya muda-mudi yang melakukan perbuatan tidak senonoh di tempat umum, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kotim, Sugoro Daru Pradibyo, mengatakan pihaknya telah menyusun program penertiban yang tinggal menunggu arahan pimpinan untuk segera dieksekusi.
“Saat ini, Satpol PP Kotim tengah melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang telah berjalan kurang lebih dua minggu. Langkah ini diperkuat dengan kerja sama resmi antara Satpol PP dan dunia pendidikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ungkap Sugoro.
Diharapkan pada pekan depan program penertiban sudah tersusun, termasuk jadwal penertiban kenakalan remaja di luar lingkungan sekolah pada saat jam belajar. Sugoro menegaskan bahwa penertiban ini menjadi prioritas utama sebelum penertiban reklame. Menurutnya, faktor mendekati Ramadan menjadi alasan kuat perlunya langkah cepat dan tegas.
“Biasanya mendekati bulan Ramadan kenakalan remaja meningkat, seperti setelah sahur sering terjadi balapan liar. Setidaknya kami mencoba menekan hal-hal negatif itu sebelum Ramadan,” tegasnya.
Satpol PP Kotim ingin memastikan bahwa penegakan yang dilakukan benar-benar untuk melindungi generasi muda dan menciptakan ketertiban umum, terutama menjelang bulan Ramadan, tutup Sugoro. (man)












