BeritaEkonomiPemkab Barito Utara

Sejumlah OPD Barito Utara Masih Tertinggal, Realisasi Anggaran Belanja Daerah di Bawah 40 Persen

61
×

Sejumlah OPD Barito Utara Masih Tertinggal, Realisasi Anggaran Belanja Daerah di Bawah 40 Persen

Sebarkan artikel ini
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin saat memimpin apel gabungan perdana lingkup Pemkab Barito Utara setelah resmi menjabat Bupati Barito Utara di Arena Tiara Batara,(Photo/diskominfo)

Sejumlah OPD Barito Utara Masih Tertinggal, Sejumlah OPD Barito Utara Masih Tertinggal, Realisasi Anggaran Belanja Daerah di Bawah 40 PersenMuara Teweh, eNewskalteng.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong optimalisasi penyerapan anggaran pada Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Daerah per Perangkat Daerah, hingga triwulan berjalan rata-rata realisasi belanja OPD telah berada di atas 60 persen, meski masih terdapat sejumlah OPD dengan capaian di bawah 40 persen.

Sekretariat Daerah menjadi OPD dengan pagu anggaran terbesar, yakni Rp142,04 miliar, dengan realisasi mencapai Rp98,52 miliar atau 69,36 persen. Dinas Pendidikan menyusul dengan pagu Rp622,35 miliar dan realisasi Rp309,77 miliar atau 49,76 persen.

Beberapa OPD yang mencatat realisasi anggaran cukup tinggi antara lain: Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM – 62,11 persen, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata – 61,92 persen, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan – 61,27 persen, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) – 59,97 persen.

Sementara itu, beberapa OPD masih mencatat realisasi di bawah 40 persen, di antaranya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman – 35,46 persen, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang – 32,59 persen, Dinas Penanaman Modal dan PTSP – 31,96 persen, Dinas Perhubungan – 35,62 persen. RSUD Muara Teweh – 32,91 persen

Realisasi belanja tingkat kecamatan juga menunjukkan variasi capaian. Kecamatan Lahei Barat mencatat realisasi tertinggi sebesar 43,21 persen, disusul: Teweh Tengah – 41,43 persen, Lahei – 36,95 persen. Sementara kecamatan dengan realisasi terendah antara lain: Teweh Selatan – 36,20 persen, Montallat – 35,74 persen, Gunung Purei – 32,24 persen.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan kegiatan menjadi kunci untuk memaksimalkan serapan anggaran hingga akhir tahun. “Kami mendorong seluruh perangkat daerah agar mempercepat pelaksanaan fisik dan administrasi kegiatan, sehingga belanja daerah bisa terserap optimal sesuai target RPJMD,” ujar Bupati dalam apel gabungan perdana lingkup Pemkab Barito Utara di Arena Tiara Batara, Senin (13/10/2025).

Realisasi anggaran belanja menjadi indikator penting dalam mengukur kinerja OPD, terutama dalam mendukung pembangunan daerah di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.(kaer)

Penulis : Karina

Editor : Andi Kadarusman