Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menilai kegiatan Gebyar Musik Islami tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga dapat menjadi sarana membentuk generasi muda yang memiliki karakter dan nilai-nilai positif. Hal tersebut disampaikan Rahmanto saat menutup secara resmi rangkaian Gebyar Musik Islami 2026 di Gedung Adat Dayak (DAD) Puruk Cahu, Kamis (10/9/2026) malam.

Rahmanto yang juga menjabat Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya tersebut menutup kegiatan sekaligus mengukuhkan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Lasqi dari lima kecamatan di wilayah Murung Raya. Mewakili Bupati Murung Raya, Rahmanto mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap ajang serupa dapat kembali digelar secara berkesinambungan pada tahun-tahun berikutnya.
Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan Gebyar Musik Islami pada masa mendatang dapat dipindahkan ke lokasi terbuka. Dengan demikian, masyarakat secara lebih luas dapat menyaksikan sekaligus menikmati pertunjukan seni yang ditampilkan para peserta. “Pemerintah daerah berharap agar kegiatan lomba seperti ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang, dan saya usul ke depannya dilakukan di tempat terbuka agar bisa disaksikan oleh masyarakat umum,” ujar Rahmanto.
Menurut dia, konsep kegiatan di ruang terbuka pernah diterapkan dalam pelaksanaan festival pada 2018, 2019, dan 2020. Format tersebut dinilai memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat untuk terlibat dan menyaksikan langsung kemeriahan kegiatan. Selain mendorong keberlanjutan kegiatan, Rahmanto juga meminta para pengurus dan peserta memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, untuk memperkenalkan kegiatan seni dan budaya Islam kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih aktif menggunakan berbagai platform digital, seperti TikTok, Facebook, dan Instagram, untuk menyebarluaskan konten-konten positif. Rahmanto menilai media sosial memiliki pengaruh besar terhadap generasi muda sehingga harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai agama, seni, dan budaya. “Today kita berada di era perang teknologi dan media. Semakin banyak media yang mendialogkan akidah dan seni budaya kita, maka akan semakin besar pula pengaruhnya bagi anak-anak kita dalam rangka membangun generasi yang berkarakter,” katanya.
Lebih lanjut, Rahmanto menjelaskan bahwa peserta yang berhasil meraih prestasi dalam Gebyar Musik Islami akan dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Murung Raya pada ajang seni qasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Ajang tingkat provinsi tersebut direncanakan berlangsung di Kabupaten Kapuas. Para peserta terbaik selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan perjuangan hingga ke tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan DPK dan Gebyar Musik Islami 2026, Wahyudi, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak tahap pendaftaran dan audisi pada 7–8 September 2026. Setelah audisi, perlombaan dilanjutkan pada 9–10 September hingga memasuki malam puncak penutupan.
Wahyudi menyebut antusiasme masyarakat dan peserta terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Tercatat sebanyak 119 peserta mengikuti berbagai kategori perlombaan. Jumlah tersebut bahkan jauh melampaui target awal panitia yang sebelumnya memperkirakan peserta berada pada kisaran 50 hingga 60 orang. “Peserta yang mengikuti kegiatan ini tercatat sebanyak 119 orang. Angka tersebut melampaui target awal panitia yang hanya mematok 50 hingga 60 peserta,” jelas Wahyudi.
Menurutnya, peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kota Puruk Cahu. Sejumlah kecamatan turut mengirimkan perwakilan untuk mengikuti ajang tersebut, di antaranya Kecamatan Permata Intan, Laung Tuhup, Murung, dan Tanah Siang Selatan. Tingginya jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan seni musik Islami sekaligus memperlihatkan potensi talenta yang dimiliki Kabupaten Murung Raya. Pada malam penutupan, panitia juga mengumumkan para juara dari seluruh kategori perlombaan. Para pemenang kemudian menerima trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Wahyudi menambahkan, para pemenang tidak berhenti pada pencapaian di tingkat kabupaten. Mereka akan dipersiapkan untuk mengikuti Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Oktober 2026. “Para pemenang terpilih dipersiapkan untuk menghadapi Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan pada pertengahan Oktober 2026, serta pemenangnya akan melaju ke tingkat nasional pada November 2026,” pungkas Wahyudi.(red)












