BeritaBisnisEkonomiInternasionalPeristiwa

Putra Mahkota Arab Saudi Sebut Dunia Hadapi Krisis Energi dengan Hasil Tak Pasti

1
×

Putra Mahkota Arab Saudi Sebut Dunia Hadapi Krisis Energi dengan Hasil Tak Pasti

Sebarkan artikel ini
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab ke-32 di Jeddah, Arab Saudi, pada 19 Mei 2023. (Saudi Press Agency/Xinhua)

RIYADH, 1 Oktober (Xinhua), eNewskalteng.com — Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Rabu (30/9) mengatakan bahwa dunia menghadapi “krisis energi dengan hasil yang tidak pasti.”

Dalam pidato tahunan kerajaan untuk membuka tahun ketiga sidang kesembilan Dewan Syura Arab Saudi, atas nama Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, putra mahkota menyampaikan bahwa Arab Saudi telah membantu menjaga keamanan energi global dengan mempertahankan pasokan minyak ke pasar internasional di tengah eskalasi regional, lapor Saudi Press Agency.

Dia mengatakan Arab Saudi juga telah mengambil inisiatif untuk membentuk Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional guna meningkatkan keamanan maritim, melindungi kepentingan bersama di jalur pelayaran internasional, dan mencegah penggunaan jalur-jalur tersebut sebagai alat tekanan politik atau ekonomi.

Arab Saudi bekerja sama dengan para mitra untuk memperkuat kerja sama internasional, meredakan eskalasi, dan meredam ketegangan demi mengupayakan stabilitas regional maupun internasional, imbuh putra mahkota.

Dia menyerukan kepada masyarakat internasional agar segera memenuhi tanggung jawabnya untuk menjamin keamanan arus barang-barang esensial dan bantuan kemanusiaan.

Terkait keamanan Teluk, putra mahkota Arab Saudi itu mengatakan bahwa serangan yang menyasar negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) menunjukkan bahwa keamanan dan stabilitas Teluk merupakan satu kesatuan, seraya menekankan pentingnya aksi kolektif, kerja sama strategis, dan integrasi ekonomi di antara negara-negara anggota GCC.

Dia juga menegaskan kembali dukungan Arab Saudi bagi pemerintah Yaman melalui koalisi untuk memulihkan legitimasi di Yaman, yang ditujukan untuk memperluas otoritas pemerintah Yaman di seluruh negara itu, memulihkan stabilitas, dan menghadapi serangan-serangan kelompok Houthi.

Terkait isu Sudan, putra mahkota Arab Saudi itu menegaskan kembali dukungan negara kerajaan tersebut bagi persatuan dan stabilitas Sudan, perlindungan lembaga-lembaga sahnya, serta upaya untuk menghindarkan rakyat Sudan dari perang dan kehancuran yang lebih parah.

Di ranah domestik, dia mengatakan bahwa setelah 10 tahun pelaksanaan Visi Saudi 2030, indikator kinerja untuk berbagai program dan strategi visi tersebut telah mencapai 93 persen dari target yang ditetapkan.

Ekspor nonminyak melonjak 155 persen dibandingkan 2016, sementara kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian meningkat hingga 51 persen, sebut putra mahkota.

Dia menambahkan bahwa sektor transportasi dan logistik menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai gangguan rantai pasokan sekaligus menjaga kelancaran arus barang dan jasa.

Putra mahkota juga mengatakan bahwa Dana Investasi Publik (Public Investment Fund), yang merupakan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) Arab Saudi, telah mulai mengimplementasikan strateginya untuk lima tahun ke depan, dengan fokus pada pembangunan ekosistem ekonomi domestik yang kompetitif, penguatan kemitraan dengan sektor swasta, serta peningkatan kandungan lokal guna mendukung transformasi ekonomi dan imbal hasil finansial yang berkelanjutan.