BeritaEkonomiEksekutifNasionalPemprov Kalimantan Tengah

Program 3 Juta Rumah Mulai Dirasakan Masyarakat Kalimantan Tengah

150
×

Program 3 Juta Rumah Mulai Dirasakan Masyarakat Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kalteng Herson B Aden didampingi Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman BP3KP Kalimantan I, Yuli Kristina saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (27/10/2025).(Photo/Zen)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Program nasional 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah pusat mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng). Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, program ini dijalankan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan I dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman BP3KP Kalimantan I, Yuli Kristina, mengungkapkan bahwa realisasi program 3 Juta Rumah di Kalteng sudah mulai berjalan pada tahun ini. “Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap di berbagai daerah, baik wilayah perkotaan maupun pedesaan. Bantuan yang diberikan berupa dana tunai untuk rehabilitasi rumah yang tidak layak huni agar menjadi tempat tinggal yang layak,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (27/10/2025).

Sementara itu, PPK Rumah Swadaya BP3KP Kalimantan I, Roisul Ehwan, menyebutkan bahwa program ini telah berjalan di beberapa kabupaten dan kota, antara lain Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Barito Selatan, Kapuas, dan Palangka Raya.
“Di Kotawaringin Barat sudah mulai dibangun 291 unit, di Kotawaringin Timur 86 unit, Kapuas 97 unit, Barito Selatan 107 unit, dan Sukamara 43 unit. Saat ini semuanya dalam tahap pembangunan dengan sistem bantuan tunai kepada penerima manfaat,” jelasnya.

Roisul menambahkan, program ini bukan hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga mendorong ekonomi lokal karena bahan bangunan dibeli langsung di wilayah setempat dan melibatkan tenaga kerja dari desa atau kelurahan penerima bantuan.

Program 3 Juta Rumah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Selain mengurangi angka kemiskinan, program ini juga diharapkan memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Kalteng, terutama di daerah pedesaan.(Zen)