JAKARTA, 1 September (Xinhua), eNewskalteng.com — Produsen ban asal Tiongkok, Yosun Tire and Rubber, berencana menanamkan investasi senilai Rp4 triliun untuk membangun fasilitas manufaktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. Komitmen investasi tersebut disampaikan dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (27/8) pekan lalu.
Rencana pembangunan fasilitas manufaktur itu akan menggunakan lahan seluas sekitar 40 hektare. Kehadiran pabrik tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 4.000 lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal. Selain memenuhi kebutuhan pasar, fasilitas produksi Yosun Tire di Batang akan diarahkan untuk mendukung kegiatan ekspor. Perusahaan juga berencana menjadikan fasilitas tersebut sebagai kantor pusat Yosun Tire di Indonesia.
General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia Weng Jisheng mengatakan Indonesia memiliki prospek penting bagi pengembangan bisnis perusahaan, terutama karena letaknya yang strategis serta pertumbuhan ekosistem industrinya. “Indonesia memiliki potensi yang besar dan posisi yang penting dalam pengembangan bisnis kami. Kami melihat KEK Industropolis Batang memiliki lokasi yang strategis serta ekosistem industri yang terus berkembang. Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor,” ujar Weng, dikutip dari keterangan resmi.
Masuknya Yosun Tire menambah daftar investasi asal Tiongkok yang memperkuat basis industri di KEK Industropolis Batang. Investasi tersebut sekaligus berpotensi memperluas rantai pasok manufaktur dan mendukung pertumbuhan ekosistem industri otomotif di kawasan tersebut.
Sebelumnya, KEK Industropolis Batang juga menjadi lokasi pengembangan investasi LBM New Energy, produsen baterai lithium iron phosphate (LFP) asal Tiongkok. Investasi tahap awal perusahaan tersebut mencapai Rp1,5 triliun dengan pembangunan fasilitas di atas lahan sekitar 31,72 hektare. Proyek LBM New Energy diproyeksikan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja lokal dan menjadi salah satu bagian dari pengembangan ekosistem industri berbasis kendaraan listrik di kawasan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, KEK Industropolis Batang semakin banyak menarik minat investor asal Tiongkok. Investasi yang masuk tidak hanya bergerak di sektor otomotif, tetapi juga mencakup berbagai bidang manufaktur lainnya. Sejumlah proyek yang dikembangkan di kawasan tersebut antara lain fasilitas produksi furnitur luar ruangan serta pabrik yang memproduksi benang ramah lingkungan. Kehadiran berbagai investasi itu memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan industri yang berkembang dan menjadi tujuan penanaman modal di Jawa Tengah.(red)












