Palangka Raya, eNewskalteng.com -Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) kembali menyelenggarakan Coaching Clinic 7 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dan berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Kamis (6/11/2025).
Acara dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, yang hadir mewakili Plt Sekretaris Daerah, Leonard S. Ampung. Dalam sambutannya, Herson menegaskan bahwa Coaching Clinic 7 merupakan tahapan strategis dalam mewujudkan penyelenggaraan layanan sanitasi berkelanjutan di daerah.
“Kegiatan ini adalah bagian dari Milestone 4 dalam PPSP, di mana kita melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembangunan sanitasi sekaligus uji coba model layanan berskala lebih luas di tahun 2025,” ujar Herson.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pemerintah provinsi dan kabupaten untuk meninjau sejauh mana perkembangan pelaksanaan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) di masing-masing wilayah.
Saat ini, setiap kabupaten berada pada fase berbeda dalam pelaksanaan Milestone 4. Kabupaten Lamandau dan Katingan memasuki progres tahun kedua, Murung Raya dan Barito Timur tahun ketiga, Barito Selatan dan Sukamara tahun keempat, serta Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat berada pada progres tahun kelima.
Herson menjelaskan bahwa PPSP merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penyediaan layanan sanitasi, mencakup pengelolaan air limbah domestik dan persampahan.
“Tujuannya agar pembangunan sanitasi menjadi prioritas dalam kebijakan daerah dan memberikan akses layanan yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain mengevaluasi capaian tahun berjalan, Coaching Clinic 7 juga membahas rencana kerja Pokja PPSP tahun 2026 dan kesiapan daerah memenuhi readiness criteria untuk pelaksanaan program 2026–2028.
Herson berharap kegiatan ini menghasilkan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi seluruh kabupaten/kota di Kalteng.
“Seluruh Pokja dari sepuluh kabupaten akan memaparkan hasil evaluasi dan kesiapan mereka untuk tahap berikutnya,” tutupnya.(y)












