BeritaBisnisEkonomiEksekutifPemkab Palangkaraya

Pemko Palangka Raya Matangkan Kajian Pembangunan Kawasan Water Front City

207
×

Pemko Palangka Raya Matangkan Kajian Pembangunan Kawasan Water Front City

Sebarkan artikel ini
Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak saat membuka Seminar Akhir Kajian Aspek Sosial Pembangunan Water Front City .(Photo/MC Palangka Raya)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mematangkan kajian pembangunan kawasan Water Front City (WFC) sebagai salah satu program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak saat membuka Seminar Akhir Kajian Aspek Sosial Pembangunan Water Front City (WFC) kawasan Flamboyan Bawah di Aula Rahan Pumpung Hapakat Kantor Bapperida Kota Palangka Raya, Jumat (3/10/2025).

Menurut Arbert, pembangunan WFC memiliki tujuan dan manfaat yang sangat penting bagi masyarakat dan daerah. Salah satu dampak positif yang diharapkan adalah meningkatnya investasi serta pertumbuhan ekonomi lokal.

“Proyek pembangunan WFC ini diharapkan mampu menarik investor baik dari dalam maupun luar daerah, sehingga akan mendorong munculnya bisnis baru seperti restoran, hotel, hingga pusat perbelanjaan,” ujar Arbert.

Selain itu lanjutnya, keberadaan WFC juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi. Hal ini sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat pembangunan di sektor lainnya.

“Dari sisi ketenagakerjaan, proyek WFC akan menciptakan banyak peluang kerja baru, baik pada masa konstruksi maupun saat kawasan mulai beroperasi. Selain itu juga akan berdampak pada sektor pariwisata, jasa transportasi, hingga sektor informal seperti pedagang kaki lima,” sambungnya.

Ia menambahkan, pengembangan WFC juga diproyeksikan mampu mendorong berkembangnya pariwisata daerah. Kawasan tepi sungai tersebut diharapkan menjadi destinasi baru yang menarik wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara.

“Melalui kajian ini, kita juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal. Program pelatihan dan pendampingan usaha akan diberikan agar masyarakat siap menghadapi peluang ekonomi baru. Harapannya, pada seminar akhir kajian ini kita akan memiliki panduan teknis dan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan secara nyata,” pungkas Arbert. (y)