Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya mendorong keterlibatan perusahaan dalam mengatasi persoalan debu yang muncul akibat aktivitas kendaraan perusahaan di sejumlah ruas jalan desa. Upaya tersebut dibahas melalui musyawarah yang digelar Pemkab Murung Raya bersama sejumlah pihak terkait di Aula Bapperida Murung Raya, Senin (24/8/2026).
Pertemuan itu dihadiri Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin, Ketua DPRD Murung Raya Rumiadi, Wakapolres Murung Raya Kompol Puji Widodo, sejumlah kepala desa, serta perwakilan pihak terkait lainnya. Dalam forum tersebut, para kepala desa menyampaikan kondisi lingkungan yang terjadi di wilayah masing-masing. Kepala Desa Mantiat Pari, Duan Arung, Tabulang, Dojo dan Dirung Bakung turut memaparkan dampak debu yang dirasakan masyarakat akibat lalu lintas kendaraan perusahaan.
Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin mengatakan persoalan debu perlu ditangani secara bersama-sama, khususnya ketika musim kemarau. Menurutnya, aktivitas kendaraan perusahaan yang menggunakan jalur desa dapat meningkatkan polusi dan mengganggu kenyamanan warga. “Pertemuan kita hari ini membahas penanganan debu yang ada di jalur perusahaan agar masyarakat tetap merasa aman,” kata Rahmanto.
Ia menekankan agar perusahaan yang memanfaatkan maupun melintasi jalan desa tidak hanya berorientasi pada kelancaran kegiatan operasional, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Rahmanto meminta seluruh perusahaan yang menggunakan jalur tersebut mengambil bagian dalam upaya pengendalian debu dan polusi yang ditimbulkan aktivitas hauling, terlebih di tengah kondisi kemarau. “Perusahaan-perusahaan yang melintas di jalur desa agar semuanya berperan dalam penanggulangan debu dan polusi akibat kemarau serta hauling perusahaan,” tegasnya.
Pemkab Murung Raya berharap hasil musyawarah tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi yang lebih konkret antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan dan perusahaan. Dengan adanya sinergi tersebut, aktivitas perusahaan diharapkan tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan aspek lingkungan serta kenyamanan dan keamanan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur operasional.(red)












