BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Programkan Kaji Tiru Ke Bandar Udara Singkawang Kalbar

109
×

Pemkab Kotim Programkan Kaji Tiru Ke Bandar Udara Singkawang Kalbar

Sebarkan artikel ini
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor saat memberikan sambutan pada coffe morning, Selasa (12/8/2025).(Photo-Normansyah)

Kotawaringin Timur. eNewskalteng.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, merencanakan untuk melakukan kaji tiru ke Bandara Singkawang, Kalimantan Barat. Upaya tersebut guna mencari alternatif pendanaan proyek pelebaran dan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara H Asan Sampit. “Kalau melihat kondisi APBN sekarang, apalagi ada informasi dilakukan efisiensi, otomatis kemungkinan usulan bagi pengembangan bandara haji asan sampit tentunya perlu perjuanagn keras di tingkat pusat. Tidak hanya Kotim yang mengajukan, kabupaten lain juga banyak,” ujar Halikinnor, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, Singkawang pernah menghadapi kendala serupa terkait keterbatasan anggaran. Namun, mereka berhasil membangun bandara baru melalui skema sharing dana antara pemerintah daerah, pihak swasta melalui CSR, dan pemerintah pusat lewat APBN.

Halikinnor mengaku sudah berupaya menemui Komisi V DPR RI bersama beberapa anggota dewan untuk memperjuangkan usulan tersebut. Namun, ia menyadari kondisi keuangan pemerintah pusat saat ini cukup sulit, sehingga diperlukan alternatif pendanaan. “Saya sudah berbicara dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kotim yang baru. Saat bertugas di Singkawang, beliau membantu pengadaan tanah bandara di sana dengan skema sharing dana. Jadi saya berharap nanti akan mengajak beliau untuk kaji tiru ke Singkawang, melihat sistem mereka yang bisa menggabungkan dana swasta, APBD, dan APBN,” jelasnya.

Pemkab kotim kata Halikinnor akan menganggarkan kebutuhan anggaran sekitar Rp192 miliar, dibulatkan menjadi Rp200 miliar. Ia mencontohkan, jika skema sharing diterapkan seperti di Singkawang, pemerintah daerah bisa menyiapkan Rp50 miliar atau Rp35 miliar dari APBD ditambah kontribusi swasta, sehingga pemerintah pusat hanya menambah kekurangan. “Saya nantinya berharap, daerah bisa memberikan kontribusi, swasta ikut berpartisipasi, dan pusat melengkapi kekurangannya, sehingga perpanjangan dan pelebaran runway bisa terealisasi lebih cepat,” pungkas Halikinnor.(man)