BeritaPemkab Palangkaraya

Pemerintah Kota Palangka Raya dan Polda Kalteng Siap Rehab 10 Rumah Tidak Layak Huni di Tahun 2025

159
×

Pemerintah Kota Palangka Raya dan Polda Kalteng Siap Rehab 10 Rumah Tidak Layak Huni di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat menyampaikan sambutan. (Photo/Ist)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) akan melaksanakan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan. Rencananya, sebanyak sepuluh rumah akan direhabilitasi sepanjang tahun 2025.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan hal tersebut usai peresmian salah satu rumah yang telah selesai direhabilitasi di Jalan Mangga pada Rabu (26/2/2025). Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk mewujudkan kesejahteraan warga.

“Pemerintah Kota Palangka Raya tidak bisa berjalan sendiri, kami perlu kolaborasi dan ini salah satu bentuk kolaborasi kami dengan Polda Kalteng,” ujar Achmad Zaini.

Menurutnya, hunian yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Saat ini, masih banyak warga Kota Palangka Raya yang tinggal di rumah tidak layak huni, dan pemerintah merasa berkewajiban untuk hadir dan memberikan solusi.

“Bersama Kapolda, kami sudah merencanakan rehab di sepuluh lokasi sepanjang tahun 2025. Tidak menutup kemungkinan jumlah ini bisa bertambah, tergantung kondisi dan kebutuhan di lapangan,” lanjutnya.

Pada tahun 2024, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) telah menyelesaikan empat unit rumah rehab, termasuk rumah yang diresmikan hari ini. Untuk tahun 2025, lokasi rumah yang akan direhab masih dalam tahap penentuan.

Saat ini, pemerintah membuka diri terhadap usulan dari masyarakat mengenai rumah-rumah yang layak untuk diperbaiki.

“Seperti yang disampaikan Kapolda, kami menerima saran dan masukan dari masyarakat. Nantinya akan kami kaji apakah layak dilakukan perbaikan. Jika memang dibutuhkan dan urgen untuk kehidupan yang lebih layak serta peningkatan kesehatan, itulah yang akan kami prioritaskan,” tutupnya.

Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya secara menyeluruh.(man)