BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

Pembelajaran Mendalam Sebuah Pendekatan Untuk Membangun Kesadaran, Makna, dan Kegembiraan Dalam Proses Belajar Peserta Didik

91
×

Pembelajaran Mendalam Sebuah Pendekatan Untuk Membangun Kesadaran, Makna, dan Kegembiraan Dalam Proses Belajar Peserta Didik

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur - Edie Sucipto, saat memberikan arahan pada Showcase Talk Show dan Pameran Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi guru SMP, SMA, dan SMK, (Kamis 20/11/2025). (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Edie Sucipto, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, tetapi sebuah pendekatan yang wajib membangun kesadaran, makna, dan kegembiraan dalam proses belajar peserta didik.

Showcase Talk Show dan Pameran Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi guru SMP, SMA, dan SMK, menjadi wadah untuk menampilkan hasil karya dan praktik terbaik para guru setelah mengikuti rangkaian pelatihan yang telah berjalan beberapa bulan terakhir, Kamis 20 November 2025.

“Implementasi deep learning menuntut guru memiliki kompetensi agar peserta didik mendapatkan mindful learning. Pertama mereka belajar dengan berkesadaran, kedua pembelajarannya bermakna, dan ketiga pembelajaran itu harus menggembirakan,” ujar Edie.

Ia menekankan bahwa guru harus mampu memahami konsep-konsep pembelajaran mendalam, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan kemudian melakukan refleksi untuk memastikan pembelajaran berjalan sesuai tujuan. Refleksi tersebut menjadi bagian penting agar guru mengetahui apa yang sudah baik, apa kekurangannya, dan perbaikan apa yang perlu dilakukan ke depan.

“Pelatihan pembelajaran mendalam sendiri dilakukan melalui beberapa tahap, yakni Inservice Learning 1, On the Job Training, dan Inservice Learning 2. Pada tahap pertama, para guru mengikuti kegiatan selama lima hari untuk memperdalam teori dan konsep yang difasilitasi oleh para instruktur,” ungkap Edie.

Setelah itu mereka melaksanakan praktik di sekolah masing-masing, kemudian kembali pada Inservice Learning 2 untuk menyampaikan hasil refleksi, termasuk keberhasilan, tantangan, dan perbaikan.

Guru yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan juga diwajibkan mengimbaskan atau membagikan ilmunya kepada rekan guru di sekolah maupun kelompok kerja guru.

Menurut Edie, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan dari kegiatan ini. Para guru dinilai lebih percaya diri karena memiliki modal kompetensi yang lebih kuat, dan suasana pembelajaran di kelas terlihat lebih antusias serta menyenangkan.

“Kami melihat guru memiliki rasa percaya diri, dan pembelajaran juga menjadi lebih menggembirakan. Dari indikator itu, bisa disimpulkan bahwa pembelajaran mendalam ini sangat bagus untuk meningkatkan pendidikan bermutu di semua jenjang, baik PAUD, SD, SMP, SMA maupun SMK,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran mendalam diharapkan dapat membantu peserta didik mengikuti alur pembelajaran dengan lebih baik sehingga membentuk delapan profil pelajar, di antaranya beriman dan bertakwa, gotong royong, kreatif, bernalar kritis, mampu bersikap dalam lingkungan, serta memiliki kemampuan bermasyarakat.

“Melalui kegiatan showcase ini, Kotim kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik secara utuh dan berkelanjutan,” harapnya. (man)