PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Lembaga Jasa Keuangan (LJK) terus mendorong penguatan budaya menabung dan literasi keuangan sejak usia sekolah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Palangka Raya, Rabu (26/8/2026), dengan mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan.”
Kegiatan ini menjadi momentum untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Data Simpanan Pelajar (SimPel) secara akumulatif hingga Juli 2026 menunjukkan partisipasi pelajar dalam budaya menabung terus tumbuh. Di Kota Palangka Raya tercatat 53.530 rekening SimPel dengan total nominal simpanan mencapai Rp20,56 miliar.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam membangun kecakapan finansial generasi muda.
“Literasi dan inklusi keuangan memiliki arti yang sangat penting. Kebiasaan menabung menjadi pintu masuk yang sederhana untuk membangun kecakapan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, budaya menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda terbiasa mengelola keuangan secara bijak dan memiliki kemandirian finansial di masa depan.
“Momentum Hari Indonesia Menabung menjadi pengingat bahwa budaya menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Karena itu, mari bersinergi menjadikan sekolah sebagai ruang untuk menumbuhkan generasi yang cerdas, mandiri, dan berdaya secara finansial,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya, Ranny Triayu Sintha, mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pengetahuan yang relevan dan mudah diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Hari Indonesia Menabung di Sekolah Rakyat Palangka Raya. Edukasi seperti ini penting untuk membekali peserta didik dengan pemahaman yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ranny.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti edukasi interaktif melalui mini games. Materi yang diberikan mencakup cara membedakan kebutuhan dan keinginan, metode pengelolaan keuangan 40-30-20-10, serta cara menentukan skala prioritas dalam menggunakan uang.
LJK di Kalteng turut mengenalkan SimPel sebagai instrumen tabungan yang mudah dan terjangkau bagi pelajar. Edukasi dikemas secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami manfaat menabung sekaligus pentingnya mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
OJK bersama LJK dan satuan pendidikan berkomitmen melanjutkan sinergi untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan secara merata.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong pelajar memiliki kebiasaan menabung, tetapi juga membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, dan tangguh dalam mengelola keuangan serta mempersiapkan masa depan.(Zen)












