BeritaDPRD PalangkarayaEkonomiLegislatifPeristiwa

Musim Kemarau Datang, DPRD Ingatkan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

1
×

Musim Kemarau Datang, DPRD Ingatkan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, M. Hasan Busyairi.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga dapat mengancam kawasan permukiman. Kondisi lingkungan yang kering ditambah bangunan yang berdiri rapat membuat api berpotensi menyebar dengan cepat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sebelum terjadi insiden, bukan hanya ketika api sudah muncul.

Hasan mengatakan kawasan permukiman padat memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Jarak antarbangunan yang berdekatan dapat membuat api dengan cepat menjalar apabila kebakaran tidak segera ditangani.

“Kalau kita lihat, kebakaran yang terjadi sering berada di kawasan padat penduduk. Karena itu, kondisi bangunan dan sistem pengamanan perlu menjadi perhatian, termasuk aspek keselamatan terhadap kebakaran,” ujar Hasan, Jumat (7/8/2026).

Ia menilai keberadaan aturan mengenai keselamatan bangunan harus diikuti dengan penerapan di lapangan. Aspek keamanan, menurutnya, perlu diperhatikan sejak bangunan direncanakan hingga digunakan masyarakat.

Pemeriksaan juga perlu mencakup sejumlah faktor yang berpotensi memicu kebakaran. Mulai dari kondisi lingkungan, struktur bangunan, sistem pengamanan hingga instalasi listrik harus dipastikan berada dalam kondisi aman.

“Kalau aturan itu benar-benar diterapkan, risiko kebakaran tentu bisa ditekan. Namun, pencegahan juga membutuhkan kepatuhan masyarakat, termasuk memperhatikan sistem pengamanan dan instalasi listrik,” katanya.

Memasuki musim kemarau, kondisi lingkungan yang semakin kering membuat material mudah terbakar. Jika kebakaran terjadi di kawasan dengan kepadatan bangunan tinggi, petugas juga dapat menghadapi kesulitan dalam melakukan proses pemadaman.

Karena itu, Hasan mengingatkan warga untuk melakukan langkah pencegahan sederhana di lingkungan masing-masing. Instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala, sementara barang-barang yang mudah terbakar sebaiknya tidak ditumpuk sembarangan.

Akses di sekitar rumah juga perlu dijaga agar tetap terbuka. Kondisi tersebut penting untuk memudahkan proses evakuasi maupun mobilitas petugas apabila terjadi kebakaran.

Hasan menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Kebakaran yang terjadi pada satu bangunan di kawasan padat dapat dengan cepat berdampak pada bangunan lain di sekitarnya.

“Jangan menunggu terjadi kebakaran baru melakukan langkah pencegahan. Keselamatan lingkungan harus menjadi perhatian sejak awal agar risiko dan kerugian dapat diminimalkan,” pungkasnya.