Layanan Catheterization Laboratory Resmi Beroperasi di RSUD dr. Murjani Sampit
Kotawaringin timur, eNewskalteng.com – Pasien penderita penyakit jantung kini bisa ditangani dan dioperasi langsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Murjani Sampit. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jejaring Pengampuan Cath Lab bersama RSUD Dokter Doris Sylvanus Palangka Raya, sebagai pengampu regional dan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Jakarta sebagai pengampu nasional.
Bupati Kotim Halikinnor, menyatakan rasa bangganya atas kemajuan pelayanan kesehatan tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan Cathlab di RSUD dr. Murjani menjadi kabar baik mengingat jumlah penderita penyakit jantung di Kotim tergolong tinggi. “Yang bisa melakukan tindakan Cathlab sebelumnya hanya di RSUD Doris Sylvanus. Sekarang bisa dilakukan di RSUD Murjani, sementara masih ada 12 kabupaten yang belum memiliki layanan ini. Karena itu dilakukan kerja sama agar apabila ada pasien dari kabupaten lain juga bisa ditangani di Sampit,” katanya, Jumat (26/6/2026).
Halikinnor menjelaskan, selama ini layanan tindakan jantung di Kalimantan Tengah baru tersedia di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Dengan beroperasinya Cathlab di RSUD dr Murjani, masyarakat kini memiliki pilihan layanan yang lebih dekat tanpa harus dirujuk ke luar daerah. “Namun prioritas utama tetap diberikan kepada masyarakat Kotim yang membutuhkan pelayanan. Berdasarkan jumlah kasus yang ada, diperkirakan setiap hari terdapat 13 hingga 15 pasien yang membutuhkan tindakan medis terhadap penyakit jantung, ungkapnya.
Keberadaan layanan tersebut menurut akan mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus menjalani pengobatan ke Palangka Raya, Banjarmasin, bahkan hingga Pulau Jawa. “Saya bersyukur atas hadirnya layanan Cathlab di RSUD Murjani Sampit, juga mengapresiasi RSUD Murjani, RSUD Doris Sylvanus, dan RSJPD Harapan Kita, yang telah membimbing serta mendukung sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Palangka Raya, Banjarmasin ataupun Pulau Jawa, karena kini pelayanan penyakit jantung sudah bisa dilakukan di Sampit,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Halikinnor juga meresmikan aplikasi SI-PENYANG atau Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi. Menurutnya, inovasi digital tersebut lahir sebagai jawaban atas masih tingginya risiko kematian ibu dan bayi akibat keterlambatan deteksi dini, sistem rujukan yang belum responsif, serta koordinasi layanan yang masih dilakukan secara manual. SI-PENYANG mengintegrasikan alur rujukan, pemantauan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan secara real-time sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan medis secara cepat dan akurat. “Perkembangan teknologi kesehatan, termasuk kecerdasan buatan, telemedicine, SIMRS, SISRUTE dan SATUSEHAT menjadi peluang strategis untuk membangun sistem peringatan dini, mempercepat komunikasi rujukan dan mendukung pengambilan keputusan medis berbasis data,” jelasnya.
Dalam implementasinya, RSUD dr Murjani Sampit diposisikan sebagai Command Center Kesehatan Ibu dan Anak yang menghubungkan bidan desa, puskesmas, hingga rumah sakit dalam satu ekosistem digital. “Melalui sistem tersebut diharapkan proses deteksi risiko semakin cepat, waktu rujukan lebih singkat, ketepatan intervensi medis meningkat, serta mampu menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” pungkas Halikinnor. (man)












