YERUSALEM, 30 Agustus (Xinhua) eNewskalteng.com — Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (29/8) mengeluarkan kecaman langka atas kekerasan yang dilakukan pemukim di Tepi Barat. Dia menyebut serangan di desa Qusra dan Jalud di Palestina sebagai aksi “kriminal” dan mendesak pihak berwenang untuk menangkap orang-orang yang bertanggung jawab.
“Saya mengecam keras tindakan kekerasan kriminal yang dilakukan di desa Qusra dan Jalud,” kata Netanyahu dalam pernyataannya, seraya menyebut para penyerang sebagai “segelintir perusuh yang melanggar hukum.”
Netanyahu mengatakan serangan-serangan tersebut “merusak posisi internasional Israel” dan mengganggu operasi militer di Tepi Barat.
Kecaman tersebut disampaikan setelah sejumlah warga Palestina dilaporkan terluka pada Sabtu dalam serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel di berbagai wilayah Tepi Barat.
Menurut laporan, puluhan pemukim Israel yang mengenakan penutup wajah menyerbu Qusra dan melukai sejumlah warga Palestina dalam gelombang terbaru kekerasan yang dilakukan pemukim.
Di Jalud yang terletak tak jauh dari Qusra, para pemukim menyerang sebuah keluarga Palestina dan sejumlah jurnalis asing, merusak kendaraan mereka serta melakukan kekerasan fisik terhadap anggota kru, menurut aktivis Bashar al-Qaryouti.
Menurut sumber-sumber Palestina dan Israel, lebih dari setengah juta pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, yang diduduki Israel pada 1967, bersama sekitar 3,4 juta warga Palestina.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mencatat lebih dari 1.330 serangan yang dilakukan pemukim dan menyebabkan korban di pihak Palestina atau kerusakan properti di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2026 hingga akhir Juli, dengan rata-rata lebih dari enam insiden per hari.
Menurut Komisi Nasional untuk Menolak Tembok dan Permukiman (Commission Against the Wall and Settlements) yang berada di bawah naungan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organization/PLO), pasukan dan pemukim Israel melakukan 2.256 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat pada Juli saja.












