Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Abdul Kadir, meminta sedikitnya 30 persen produk yang dijual di toko swalayan atau retail modern berasal dari UMKM lokal sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah, Jum’at (14/11/2025).
Abdul Kadir mengatakan, kemitraan antara ritel modern dan UMKM tidak boleh hanya berhenti pada slogan atau sekadar memenuhi persyaratan administratif. Namun kolaborasi tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata yang membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
“Untuk itu semangat kemitraan harus diwujudkan secara konkret. UMKM jangan hanya jadi penonton, tetapi menjadi bagian aktif dalam rantai pasok ekonomi daerah,” tegasnya
Guna memastikan kolaborasi bisa berjalan efektif, Abdul Kadir mendorong Pemerintah Daerah segera membentuk Forum Kemitraan Daerah. Forum ini dinilai penting sebagai ruang komunikasi sekaligus pengawasan terhadap implementasi kerja sama antara UMKM dan ritel modern, baik terkait pemasaran, pasokan barang, hingga peningkatan mutu produk.
“Melalui forum tersebut, UMKM bisa mendapatkan pendampingan yang lebih terarah, termasuk soal peningkatan kapasitas produksi dan kualitas kemasan agar mampu bersaing di pasar modern,” tandasnya.
Menurut Abdul Kadir, revitalisasi pasar rakyat harus dipandang sebagai investasi strategis daerah, bukan sekadar pekerjaan teknis dinas perdagangan. Pasar yang maju akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Ia mendorong Pemerintah Daerah untuk menyusun Rencana Induk Revitalisasi Pasar Rakyat yang komprehensif. Program tersebut mencakup peningkatan fasilitas, kebersihan, sistem pembayaran digital, hingga penguatan tata kelola berbasis koperasi pedagang agar pasar rakyat lebih kompetitif.
Dengan kolaborasi nyata antara pelaku UMKM, ritel modern, dan pasar rakyat yang semakin tertata, Abdul Kadir optimistis ekonomi Kotim akan tumbuh lebih inklusif dan merata.
“Saya berharap kebijakan ini menghadirkan keseimbangan antara kemajuan sektor modern dan keberlanjutan usaha tradisional, sehingga kesejahteraan masyarakat Kotim meningkat secara merata,” tutupnya. (man)
Penulis : Normansyah
Editor : Andi Kadarusman












