BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin TimurPemprov Kalimantan TengahPeristiwa

Ketua DPRD Kotim Rimbun, Sang Legislator Dayak Berdiri di Garda Terdepan Untuk Perangi Narkoba

81
×

Ketua DPRD Kotim Rimbun, Sang Legislator Dayak Berdiri di Garda Terdepan Untuk Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Rimbun, Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Bersama Ririen Binti, Ketua GDAN, Dalam Acara Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.(Photo/dok.GDAN)

Sampit, eNewskalteng.com — Tidak banyak tokoh publik yang berani memerangi narkoba secara terbuka karena besarnya resiko pribadi, jaringan kejahatan yang terorganisir, serta tantangan sosial yang kompleks. Namun demi masa depan masyarakat Dayak dan seluruh warga yang tinggal di Tanah Dayak, Rimbun, Ketua DPRD Kotawaringin Timur, memilih untuk berdiri paling depan.

Putra Dayak kelahiran Palangka Raya itu menegaskan komitmennya memberantas narkoba demi menciptakan kehidupan yang aman dan damai bagi masyarakat Kotawaringin Timur. “Karena narkoba sangat merusak semua sisi kehidupan masyarakat, saya yang dipercaya menjadi wakil rakyat harus terus berjuang bersama seluruh komponen masyarakat dan berbagai institusi untuk memeranginya,” tegas Rimbun, S.T., Jumat (28/11/2025).

Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kotawaringin Timur di bawah kepemimpinannya menggelar berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sejumlah kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi, tokoh masyarakat, dan Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN).

Salah satu langkah konkrit yang dilakukan yakni tes urine terhadap para Kepala Desa peserta kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba. “Selain sosialisasi dan tes urine terhadap puluhan Kades peserta kegiatan, melalui ruang Paripurna DPRD Kotim juga menyelenggarakan penyuluhan bahaya narkoba yang diikuti ratusan mahasiswa,” jelasnya.

Langkah berani Rimbun ini mendapat apresiasi dari Ririen Binti, Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN). Ia menyebut keberanian pemimpin daerah seperti Rimbun merupakan energi penting dalam perang melawan narkoba di Bumi Tambun Bungai. “Tidak semua orang berani dan terpanggil memerangi narkoba dengan langkah nyata seperti yang beliau lakukan. Karena itu, semua pihak, termasuk aparat penegak hukum, harus mendukung langkah berani tersebut,” ujarnya.

Upaya konsisten dari para pemimpin daerah, lembaga adat, serta masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di Kalimantan Tengah.(kaer)

Penulis : Karina

Editor : Andi Kadarusman