BeritaEksekutifPemkab Barito Selatan

Kepsek SMKN 1 Buntok Tegaskan Tidak Ada Pungutan Untuk Biaya Magang

90
×

Kepsek SMKN 1 Buntok Tegaskan Tidak Ada Pungutan Untuk Biaya Magang

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Buntok, Sumarni saat memberikan keterangan kepada awak media.(Photo/ruly)

Buntok, eNewskalteng.com – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Buntok, Sumarni, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penahanan ijazah siswa maupun memungut biaya dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan (Prakerin) atau magang. “Jadi untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan adanya pungutan dan penahanan dokumen kelulusan siswa. Perlu diketahui, hampir empat tahun ini untuk praktik kerja lapangan atau magang, kita tidak memungut biaya sepeser pun.,” tegas Kepsek SMKN 1 Buntok Sumarni, bertempat di ruang kerjanya. Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, semua kebijakan yang berkaitan dengan biaya sekolah, seperti BPP atau iuran komite, telah melalui proses musyawarah bersama antara pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa. “Kalaupun ada biaya BPP sebesar Rp60.000, itu sudah disepakati melalui rapat bersama. Kecuali memang ada orang tua yang tidak hadir dalam rapat tersebut,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Terkait isu penahanan ijazah, Sumarni menegaskan bahwa sekolah tidak pernah menahan ijazah siswa tanpa alasan yang jelas. “Tidak ada penahanan ijazah. Yang terjadi biasanya, siswa sendiri yang belum mengambil ijazahnya atau masih ada kewajiban BPP yang belum diselesaikan. Tapi itu bukan bayar ijazah, melainkan administrasi rutin sekolah,” ucapnya.

Sumarni juga menyampaikan bagi siswa atau orang tua yang memiliki kendala dalam pelunasan kewajiban, sekolah selalu terbuka untuk berdialog dan mencari solusi terbaik. para orang tua juga di minta agar tidak segan untuk berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah apabila ada informasi yang belum jelas. “Kalau memang belum mampu, silakan datang dan koordinasi dengan kami. Kita pasti cari solusi terbaik. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan bersama, Kami sudah rapat dan berkoordinasi dengan komite. Tapi kami juga paham bahwa pemahaman orang tua berbeda-beda. Jadi, kalau ada hal yang kurang jelas, silakan datang ke sekolah. Kami siap memberikan penjelasan dan mencari jalan keluarnya bersama sama,”pungkasnya.(rul)