Kasongan. eNewskalteng.com – Memasuki bulan September, intensitas curah hujan di Kabupaten Katingan cukup tinggi. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Katingan, Markus, menyebut kondisi ini merupakan masa transisi kemarau basah. Hal itu disampaikannya kepada media ini, Senin (8/9/2025).
Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ‘’Bagi warga yang berencana membakar lahan atau ladang diingatkan agar dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti regulasi sesuai peraturan gubernur,’’ tandas Markus.
Namun di sisi lain, tingginya curah hujan juga menimbulkan ancaman banjir. Markus menyebut risiko ini terutama mengintai masyarakat yang bermukim di bantaran sungai. “Bencana bisa terjadi kapan saja dan belum dapat diprediksi, karena itu masyarakat harus selalu waspada,” ujarnya.
Menurut Markus, masyarakat perlu menyiapkan langkah-langkah mitigasi sejak dini. Antisipasi sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, serta menyiapkan jalur evakuasi dinilai penting untuk mengurangi dampak jika bencana terjadi.
BPBD Katingan, lanjutnya, terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Markus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap karhutla maupun banjir, sebagai bentuk kesiapsiagaan Bersama.(dan)












