BUNTOK, eNewskalteng.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, kembali menunjukkan peningkatan. Jumlah titik panas atau hotspot yang sebelumnya tercatat delapan titik kini bertambah menjadi 78 titik dalam kurun waktu satu hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Agus In’ Yulius, mengatakan lonjakan tersebut terpantau pada Kamis (5/11/2026). Kondisi ini menunjukkan ancaman kebakaran masih perlu mendapat perhatian serius meskipun sebelumnya sempat terjadi penurunan aktivitas karhutla. Menurut Agus, Kecamatan Dusun Hilir menjadi wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak. Selain itu, titik panas juga terpantau di Kecamatan Dusun Selatan, terutama kawasan Kalahien, Pararapak dan Madara, serta Kecamatan Dusun Utara dan Jenamas. “Kita belum benar-benar mereda karhutlanya. Masih berpotensi terjadi kebakaran lagi,” ungkapnya.
Agus menyebutkan, peningkatan aktivitas kebakaran juga mulai terlihat di sejumlah daerah lain di Kalimantan Tengah, seperti Sampit, Palangka Raya, dan Pangkalan Bun. Bahkan, beberapa wilayah dilaporkan mengalami kebakaran dengan skala cukup besar. Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Barsel menilai upaya penanganan karhutla masih perlu dilanjutkan. Pemerintah daerah pun mempertimbangkan perpanjangan status tanggap darurat selama sedikitnya 15 hari ke depan.
Perpanjangan tersebut dimaksudkan untuk memastikan kawasan rawan kebakaran benar-benar terkendali sekaligus mengantisipasi munculnya kembali kabut asap yang sebelumnya sempat menyelimuti wilayah Barsel. “Melihat kondisi itu, untuk menjaga Barsel menuju bebas asap, status tanggap darurat diperpanjang paling tidak selama 15 hari. Ini untuk memastikan wilayah-wilayah rawan terbakar benar-benar sudah aman,” tutupnya.(red)












